Now Reading
Tips “Gowes” Selama Pandemi Covid-19

Tips “Gowes” Selama Pandemi Covid-19

Sepeda semakin dibutuhkan sebagai alat transportasi dan olahraga alternatif semenjak pandemi Covid-19. Selain untuk menjaga kebugaran tubuh, warga memilih sepeda karena tidak ingin terpapar virus penyebab pandemi. Sejalan dengan ini, selayaknya ada protokol kesehatan untuk warga agar aman selama menggunakan sepeda.

Dari situs Gerakan Bike to Work bersama Gadjah Mada Gowes, Institute for Transportation and Development, berbagai komunitas sepeda dan ahli kesehatan bertukar ide dan gagasan dalam diskusi daring ”Merancang Kenormalan Baru Gaya Gowes” pada Jumat (29/5/2020).

”Akhirnya tercetus protokol kesehatan dalam bersepeda untuk mencegah Covid-19,” ucap Poetoet Soedarjanto, Ketua Gerakan Bike to Work, Kamis (4/6/2020). Protokol kesehatan dalam bersepeda untuk mencegah Covid-19 itu terdiri dari tahap persiapan, saat gowes, istirahat, dan tiba di rumah.

Pada tahap persiapan atau sebelum gowes, pesepeda wajib memperhatikan imbauan dari pemerintah tentang zona merah dan hijau penyebaran Covid-19 di wilayah masing-masing. Selanjutnya, memastikan kebersihan sepeda, terutama pada bagian sepeda yang bersentuhan dengan tangan dan perlengkapan.

Pastikan perlengkapan yang bisa mencegah paparan droplet saat gowes. Perlengkapan tersebut berupa pakaian berlengan panjang, sarung tangan, masker, kacamata, penutup kepala (bandana/topi untuk pesepeda).

Jangan lupa menyediakan antiseptik pencuci tangan dan handuk kecil untuk mengelap keringat, membawa botol minum yang tertutup plastik dan peralatan makan sendiri, serta memilih masker berbahan kain yang tidak terlalu rapat dan mengganggu pernapasan.

Selama pandemi dianjurkan untuk gowes seorang diri. Apabila berkelompok, sebaiknya dalam skala kecil 2-5 orang. Pada saat gowes, hindari jalur ramai dan zona merah. Jangan lupa untuk selalu jaga jarak antarpesepeda minimal 4 meter.

Budi Santoso Wignyosukarto dari Gadja Mada Gowes menyarankan agar mengenakan helm yang dilengkapi pelindung wajah supaya droplet tidak mengenai wajah. Menurut Guru Besar pada Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada itu, paparan droplet antarpesepeda bisa terjadi dalam jarak 10 meter dengan kecepatan gowes 10 km per jam.

”Droplet bisa kena walaupun jarak 10 meter. Artinya, tidak bergerombol, pilih rute aman yang tidak ramai, dan semakin tinggi kecepatan bersepeda, jarak antarpesepeda harus semakin jauh,” kata Budi. Pesepeda juga tidak dianjurkan singgah atau beristirahat di warung pinggir jalan sebab orang sehat bisa saja menjadi perantara virus.

Untuk itu, pesepeda perlu istirahat secukupnya atau tidak perlu terlalu lama. Ketika beristirahat, sebaiknya segera mencuci tangan dengan sabun pada air mengalir atau menggunakan antiseptik. Kemudian, membersihkan wajah dengan tisu atau handuk kecil.

Jangan lupa untuk jaga jarak minimal 2 meter, mengenakan masker, kecuali saat minum dan makan, dan hindari berbagi bekal dengan orang lain, terutama minuman dalam botol.

Saat tiba di rumah, segera lepaskan semua perlengkapan bersepeda, seperti sepatu, sarung tangan, topi, dan masker. Hindari kontak fisik dengan penghuni rumah dan minimalisasi menyentuh perabotan. Sebelum membersihkan diri, disinfeksi sepatu, helm, dan kacamata. Lalu, merendam pakaian dan masker.

Slamet Tryono dari Kupang Cycling Club menuturkan, protokol tersebut sangat penting untuk mencegah risiko paparan virus, termasuk kluster baru karena animo warga untuk gowes. ”Animo yang tidak dikontrol bisa berujung penambahan kasus (Covid-19) baru,” ujar Tryono.

Kupang Cycling Club di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, misalnya, membatalkan gowes bersama karena jumlah pendaftar mencapai 100 orang. Gowes bersama ditiadakan hingga ada kepastian untuk normal baru dari pemerintah.

Risiko

Dokter spesialis kedokteran olahraga, Michael Triangto, pada Jumat (29/5) menjelaskan return to play dari sejumlah cabang olahraga di Amerika Serikat. Aturan itu membagi tiga tingkat risiko bagi orang yang berolahraga, termasuk pesepeda.

Pesepeda berisiko rendah ketika mengendarai sepeda statis di rumah. Orang yang menggenjot sepeda milik sendiri di ruang publik dan menghindari keramaian juga termasuk berisiko rendah.

Risiko bagi pesepeda naik menjadi medium ketika berkendara sendiri atau bersama anggota keluarga ke tempat yang agak ramai. Dasar pembagian risiko, menurut dia, tetap mengacu pada jarak sosial dan fisik. Bersepeda bisa jadi berisiko tinggi bilamana kita bergabung dengan grup besar.

”Kalau saya simpulkan. Yang pertama, sepeda harus punya sendiri. Jangan sampai sepeda kita dipakai teman, kemudian kita pakai lagi karena itu mengubah risiko ringan menjadi risiko sedang. Bersama-sama main sepeda dengan anggota nonkeluarga, risiko jadi lebih besar. Bersepeda secara ramai-ramai seharusnya tidak boleh dulu,” katanya.

Menurut dia, ada tiga tujuan berolahraga, yakni untuk sehat, prestasi, dan rekreasi. Olahraga untuk kesehatan berintensitas ringan sampai sedang. Korelasi antara intensitas berolahraga dan kemungkinan mengalami infeksi ada pada tingkat average, low, dan high. Kalau tidak berolahraga sama sekali, risiko mengalami infeksi berada di titik average.

Ketika berolahraga ringan sampai sedang, kemungkinan infeksi menjadi rendah karena latihan fisik kategori ini dapat meningkatkan imunitas tubuh. Namun, imunitas tubuh bisa berkurang lantaran aktivitas fisik yang terlalu berat.

Oleh karena itu, lanjut Michael, warga harus menentukan tujuan dari berolahraga. Masker tetap diperlukan ketika bersepeda. Selain untuk memperkecil risiko tertular virus korona, masker juga dapat mengendalikan kita dalam mengeluarkan tenaga. Mengapa demikian?

Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa masker membuat kita agak sulit bernapas. Oleh karena itu, saat berolahraga berat tidak dianjurkan menggunakan masker. ”Mengenakan masker saat bersepeda akan membuat kita menyesuaikan diri dengan kemampuan kita. Kalau dipaksakan, kita akan merasakan sesak,” ujarnya.

Sumber : Kompas.id

What's Your Reaction?
Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0
View Comments (0)

Leave a Reply

© 2020 Bersama Lawan Covid19 | Didukung oleh Cipendawa Rent Bus

Scroll To Top