Now Reading
Tetap Berisi Walau di Rumah

Tetap Berisi Walau di Rumah

Sudah sekitar satu bulan ini, akibat wabah, sebagian besar dari kita tinggal di rumah, baik untuk bekerja maupun belajar. Sebagian lainnya masih tetap bekerja karena berbagai alasan.

Terkadang, muncul perasaan bosan ketika kita terlalu lama di rumah. Padahal, banyak juga kegiatan yang dapat dilakukan selama di rumah.

Salah satunya dengan tetap belajar. Belajar merupakan investasi. Bukan investasi dalam arti mengumpulkan materi, tetapi investasi untuk memperluas cakrawala dan keterampilan.

Banyak penawaran berbagai macam pelatihan yang dilakukan secara daring (online). Periode menjaga jarak ini benar-benar memberikan kesempatan kita untuk memanfaatkan teknologi dengan semaksimal mungkin.

Kalau diperhatikan, biaya pelatihan daring tersebut jauh lebih murah ketimbang pelatihan secara tatap muka. Tentu saja, karena pelatihan tatap muka langsung memerlukan biaya untuk menyewa tempat, membayar makan siang, juga biaya transportasi untuk pembicara, termasuk peserta. Dengan peserta dan pembicara tetap di rumah masing-masing, biaya-biaya tersebut dapat dipangkas.

Sebut saja, biaya pelatihan tentang analisis saham yang biasanya diselenggarakan di hotel dengan biaya ratusan ribu rupiah, ketika disampaikan secara daring hanya dibanderol Rp 100.000 saja. Pelatihan olahraga yang disampaikan secara daring pun mengalami pemangkasan harga.

Bahkan, banyak sekali pelatihan yang hanya mematok biaya di bawah Rp 50.000, seperti pelatihan membuat sosis, membuat keju, atau keterampilan lainnya. Beberapa komunitas bahkan memberikan berbagai pelatihan secara gratis.

Memang, walaupun biaya menjadi lebih murah, ada beberapa kelemahan pelatihan secara daring ini. Dari sisi pembicara, perlu melakukan persiapan lebih cermat untuk memastikan materi yang disampaikan dapat dipahami dengan baik oleh peserta. Alat peraga tambahan, seperti foto dan video, diperlukan agar materi dapat disampaikan dengan baik.

Tantangan bagi pembicara, agak sulit berkomunikasi dengan peserta yang tidak terlihat ekspresinya saat pelatihan berlangsung. Kecuali jika pelatihan dilakukan dengan tatap muka, interaksi dapat terjadi lebih alami.

Dari sisi peserta, terkadang pertanyaan tidak dapat diajukan karena keterbatasan waktu. Mungkin juga karena terlalu banyak peserta yang ingin bertanya sehingga ada saja peserta yang tidak mendapat kesempatan bertanya atau pertanyaannya terlewati tidak terjawab.

Hambatan umum lainnya, koneksi internet yang tidak selamanya mulus. Ketika banyak orang menggunakan internet secara bersamaan, tetapi tidak didukung oleh infrastruktur telekomunikasi yang memadai, proses pelatihan daring dapat terganggu.

Biaya

Dari segi keuangan, biaya berbagai pelatihan yang diikuti dapat diambilkan dari pos pengeluaran yang tidak terpakai ketika bekerja atau belajar di rumah, misalnya pos biaya transportasi.

Ketika ada kesempatan untuk tinggal di rumah, tetapi kita tidak mendapat tambahan keterampilan atau pengetahuan sedikit pun, bisa jadi kita yang kurang dapat mengatur waktu dengan efektif.

Sudah ikut pelatihan daring berapa banyak sebulan ini?

(Anastasia Joice Tauris Santi, wartawan Kompas)

Sumber : Kompas.id

What's Your Reaction?
Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0
View Comments (0)

Leave a Reply

© 2020 Bersama Lawan Covid19 | Didukung oleh Cipendawa Rent Bus

Scroll To Top