Now Reading
Teladan Orang Malra, Toffi Tampung Backpacker Prancis yang Terjebak Covid-19

Teladan Orang Malra, Toffi Tampung Backpacker Prancis yang Terjebak Covid-19

Sosok Budhi Toffi pantas menjadi teladan. Saat salah satu backpacker asal Prancis yang akrab disapa dengan Tato terdampar ke Maluku Tenggara, tak bisa ke mana-mana setelah dikarantina 14 hari, ia membuka pintu rumahnya untuk menampungnya.

Saat ditemui di kediamannya mengatakan, Toffi berterus terang dirinya bersedia menampung wisatawan Prancis ini karena dorongan empati. Menurutnya, hal seperti ini bisa saja terjadi pada kita saat berada di rantau dan kemungkinan orang lain dapat menolong kita. 

“Solusinya adalah kita tampung beliau,” ujarnya.

Terkait penanganan Toffi mengaku tidak butuh biaya besar untuk akomodasi dan makan bagi wisatawan tersebut. “Kita punya kamar kosong yang bisa dia gunakan. Untuk makan, dia makan seperti apa yang kita makan. Jadi sebetulnya tidak ada biaya yang harus dipikirkan secara besar-besaran karena kita juga ikut sama-sama makan dengan dia,” Toffi menjelaskan.

Ia tak berharap apa-apa dari turis yang terjebak Covid-19 ini. Kalaupun ada yang ia harapkan adalah supaya kelak dunia luar tahu bagaimana masyarakat Maluku Tenggara yang mau bersahabat dengan siapa saja. “Biarkan dia menjadi duta daerah kita untuk bisa mempromosikan daerah kita kemana-mana,”

Di sisi lain, Toffi berharap ini juga bisa menginspirasi masyarakat sekitar destinasi wisata untuk membangun homestay untuk memenuhi kebutuhan wisatawan saat berkunjung.

“Dan mudah-mudahan suatu ketika, ini menginspirasi orang Kei yang rumah-rumahnya berada disekitar daya tarik wisata bisa membuat homestay, minimal untuk backpacker dengan harga yang terjangkau sehingga bisa juga terjadi Cross Culture Understanding,” harapnya.

Terkait keinginan wisatawan tersebut untuk mengunjungi destinasi wisata di sini, ia menjelaskan dirinya dan keluarganya juga akan menemani yang bersangkutan. 

“Pertama kita sudah anggap dia sebagai saudara dan dibelakang saya kan ada saudara-saudara yang lain, kalau kita belum berkesempatan kita bisa minta bantu teman-teman saudara yang lain. Dan intinya, dia harus bisa mengelilingi semua daya tarik wisata yang ada di Kei baik itu di Kei Kecil maupun Kei Besar kita akan fasilitasi dengan cara kita, dan dia akan membantu dengan menulis tentang Kei,” jelas Toffi.

Terkait urusan keimigrasian, Toffi menambahkan menurut keterangan dari imigrasi bahwa wisatawan yang sudah masuk dan sementara dalam Indonesia visanya otomatis bisa diperpanjang selama 2 bulan atau kurun waktu tertentu.

Dirinya juga akan membantu yang bersangkutan untuk bisa berkomunikasi dengan Kedutaan Besar Prancis untuk Indonesia di Jakarta.

Tato, pria asal Prancis yang sempat ditolak di penginapan dan ditampung di rumah Toffi – Foto: MalraChannel

Kisah sang backpacker dan Bupati Thaher

Sebagai catatan, sebelumnya dilaporkan bahwa seorang backpacker asal Prancis tiba di Pelabuhan Yosudarso Tual pada tanggal 14 April 2020 dengan menumpang KM. Ngapulu.

Keberadaannya di Maluku Tenggara diketahui berawal saat adanya laporan masyarakat yang diterima Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Maluku Tenggara tanggal 15 April 2020.

Aduan ini langsung direspon Bupati Maluku Tenggara M. Thaher Hanubun yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Malra. Hanubun langsung menginstruksikan Budhi Toffi Staf pada Dinas Pariwisata Malra guna menjemputnya yang saat itu berada di Ohoidertavun Atas.

Pria asal Prancis ini langsung dibawah ke Hotel Suita Langgur untuk menjalani karantina selama 14 hari sesuai dengan peraturan Pemerintah Daerah Kabupaten Maluku Tenggara. Yang bersangkutan juga telah mendapat pemeriksaan kesehatan dari tim medis dan menjalani pemeriksaan Rapis Diagnostic Test (RDT). 

Dari pemeriksaan RDT yang saat itu dipantau langsung oleh dr. Ketty Notanubun selaku Kepala Dinas Kesehatan dan Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Malra, yang bersangkutan dinyatakan negatif covid-19 dan tidak ditemukan gejala-gejala tertentu yang mengarah ke covid-19. 

Namun, berdasarkan SOP maka tim medis terus memantau kondisi kesehatannya dengan rutin melakukan pemeriksaan suhu dan kondisi umum lainnya.

Pada tanggal 27 April 2020 yang bersangkutan akhirnya selesai menjalani karantina dengan kondisi sehat. Dia juga mendapat Surat Keterangan telah selesai menjalani karantina dari pihak medis dalam hal ini Puskesmas Watdek.

Menyelesaikan masa karantina tidak berarti dirinya bisa langsung melanjutkan perjalanan ke Papua dan Australia seperti rencana awalnya atau mungkin kembali ke negara asalnya, mengingat semua akses transportasi masuk dan keluar di Maluku Tenggara baik kapal laut maupun pesawat ditutup.

See Also

Pemerintah Daerah pun tidak bisa menjamin semua kebutuhannya selama penutupan bandara dan pelabuhan yang diperkirakan 1 – 2 bulan ke depan. Untuk itu, Budhi Toffi bersedia untuk menampung wisatawan tersebut di kediamannya selama dia berada di Maluku Tenggara.

Saat ditemui, Tato, sang wisatawan berumur 35 tahun ini menceritakan bahwa dirinya adalah seorang backpacker yang telah tiba di Indonesia jauh sebelum Covid-19 mulai merebak. Dia juga mengaku mengetahui Indonesia karena sudah pernah berwisata 3 tahun silam ke Indonesia. 

Selama di Indonesia beberapa bulan terakhir, dia pernah mengunjungi Batam, Pontianak, NTT, Sulawesi dan beberapa tempat lain sampai akhirnya tiba di Maluku. Namun, karena seiring berjalannya waktu, wabah pandemi Covid-19 di Indonesia mulai merebak ke berbagai daerah sehingga sering kali, dirinya diperiksa oleh aparat keamanan dan tim kesehatan.

Pria yang selalu berwisata dengan ransel besarnya ini mengaku saat tiba di Ambon, dia sudah menjalani karantina 14 hari dan juga sudah mendapatkan Surat Keterangan Sehat dari Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku No. 02214/GT-Promal/IV/2020 tertanggal 10 April 2020.

Usai karantina di Ambon, ia berencana melanjutkan perjalanan ke Dobo dan Papua dengan menggunakan KM. Ngapulu, tetapi setibanya di Dobo, ia ditolak dan akhirnya memutuskan untuk kembali dengan KM. Ngapulu dan turun di Pelabuhan Tual. 

Tiba di Tual ia meneruskan perjalanan ke Ohoidertavun Atas untuk mencari penginapan, namun masih ada penolakan warga hingga akhirnya dirinya dijemput Budhi Toffi atas instruksi Bupati.

Pria yang lebih memilih melakukan perjalanan dengan kapal dibandingkan pesawat ini juga mengapresiasi perhatian Pemerintah Daerah Kabupaten Maluku Tenggara dalam hal ini Bupati Malra  dan Gugus Tugas Covid-19 Malra yang sudah menerima dan melayaninya dengan baik selama masa karantina, dengan menyediakan akomodasi, makan dan pelayanan kesehatan.

“Saya berterimakasih untuk semuanya yang sudah diberikan. Saya juga berterimaksih kepada Bupati Maluku Tenggara Bapak Thaher Hanubun dan juga tim covid-19 disini termasuk dr. Ketty dan tim medis terimakasih untuk semua pelayanannya selama masa karantina,” ungkapnya saat ditemui Selasa (28/4/2020).

Selama berada di Maluku Tenggara, dia berencana ingin mengunjungi destinasi wisata yang ada di Kei dan juga menulis hingga 1 -2 bulan kedepan untuk melanjutkan perjalanannnya ke Papua, Papua Nugini, Australia dan Selandia Baru.***

Editor: Zulfikar Akbar

What's Your Reaction?
Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0
View Comments (0)

Leave a Reply

© 2020 Bersama Lawan Covid19 | Didukung oleh Cipendawa Rent Bus

Scroll To Top