Now Reading
Susy Rizky: “Kita Sebagai Bangsa Bisa Bersama-sama Melawan Covid-19”

Susy Rizky: “Kita Sebagai Bangsa Bisa Bersama-sama Melawan Covid-19”

Relawan Susy Rizky

Susy Rizky Wiyantini adalah seorang relawan yang berada di garis terdepan saat wabah coronavirus (Covid-19) melanda negara kita Indonesia. Hampir sebulan ini tiap hari alumnus Universitas Indonesia ini wira-wiri dari rumahnya di Bekasi ke RS Darurat Covid-19 di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat.

Bahkan ibu satu anak ini rela menghabiskan waktunya selama “24 jam sehari 7 hari seminggu” hanya untuk mengurusi bantuan kemanusiaan dari teman-temannya dan warga lainnya yang ditujukan untuk dokter-dokter, para perawat, tenaga kesehatan, relawan, dan anggota TNI – Polri yang bertugas di rumah sakit darurat yang sebelumnya merupakan perkampungan atlet-atlet dari negara-negara Asia yang berpartisipasi dalam Asian Games 2018 lalu saat Indonesia menjadi tuan rumah. Meski begitu Susy masih bisa menjalankan usahanya jual-beli perabotan rumah tangga antik yang terbuat dari kayu jati.

Sampai hari Rabu 15 April 2020 lalu Susy, dibantu teman-teman relawan lainnya, berhasil mengumpulkan dana lebih dari Rp 275.000.000 dan berbagai barang-barang yang dibutuhkan lainnya, termasuk roti dan kue, untuk dibagikan ke RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran dan warga yang sedang kesusahan selama wabah coronavirus ini.

Berikut kutipan wawancara BersamaLawanCovid-19 (BLC) dengan Susy Rizky Wiyantini (SRW):

BLC: Bagaimana awal mula menggalang bantuan untuk dokter-dokter, para perawat, tenaga medis, relawan, dan anggota TNI – Polri yang bertugas di RS Darurat Covid-19 di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat?

SRW: Ketika wabah coronavirus mulai merebak di Tanah Air, khususnya di Jabodetabek, saya mulai berpikir apa yang bisa saya kerjakan untuk terlibat memerangi virus ini. Saya bukan dokter, bukan perawat. Tapi saya yakin ada yang bisa kita lakukan bersama-sama menghadapi Covid-19.

Saya lihat di Facebook pada 23 Maret 2020 lalu ada yang unggah foto tentara-tentara muda anggota TNI dalam bus menuju Wisma Atlet Kemayoran. Wajah mereka sumringah padahal sedang menuju RS Darurat tempat menampung pasien-pasien dengan virus yang menakutkan.

Susy Rizky: “Kita Sebagai Bangsa Bisa Bersama-sama Melawan Covid-19” 3

Hati saya langsung tergerak untuk mendukung mereka. TNI ini dipersiapkan jika negara menghadapi perang. Tapi saat ini mereka turun berperang untuk musuh yang tidak kelihatan dan tidak kalah menakutkan.

Di bawah foto itu ada teman yang komentar, pasukan di sana perlu air mineral. Saya jawab, “Noted”. Padahal nggak tahu mau dapat air mineral dari mana.

Satu jam kemudian teman SMP saya, Simon Hartanto, telepon bilang mau kirim air mineral. Saya pikir hanya mau kirim 100 boks. Nggak tahunya dia kirim 1000 boks!

Barangnya (air mineral) sudah ada terus malah bingung bagaimana cara masuk ke Wisma Atlet. Secara di sana ketat banget. Saya lalu kontak Ezki Suyanto, sepupu saya. Betul saja, dari Ezki saya dapat kontak Ketua Satgas di sana dan saya dapat rekomendasi masuk.

BLC: Lalu bergulir menjadi sebuah gerakan?

SRW: Bersama teman-teman lainnya saya bergabung di WAG Heal The World. Di sini kita dengan keahlian masing-masing ikut berkontribusi melawan Covid-19. Donasi mulai bergulir masuk. Kita supply sabun mandi, sabun cuci, odol, shampo, susu, buah, bahkan kirim Alat Pelindung Diri (APD) juga. Kiriman dari pemerintah pusat pasti ada. Tapi kebutuhan di sana tidak bisa menunggu.

BLC: Apa saja donasi dan sumbangan dari teman-teman dan warga lainnya?

SRW: Donasi bukan saja dalam bentuk uang. Ada perusahaan kue dan roti secara rutin kirim produknya. Contohnya Holland Bakery seminggu dua kali. Ada juga Caramelle Cake & Gelato, Beau Bakery, dan lain-lain. Roti dan kue ini lebih berguna dibanding kita kirim nasi kotak. Untuk konsumsi TNI dan Polri yang bertugas di sana sama sekali nggak kekurangan. Makan dari siang sampai malam sangat layak dan enak.

Selain itu juga ada yang kirim hamburger dari Burger Bangor, buah dari Sewu Segar produsen Sunpride, sabun, susu dari distributor di Karawang, Jane Suryanto, dan banyak lagi donatur. Semua saya laporkan via Facebook saya Susy Rizky Wiyantini.

Susy Rizky: “Kita Sebagai Bangsa Bisa Bersama-sama Melawan Covid-19” 4

BLC: Ternyata, banyak dukungan mengalir….

SRW: Perhatian dan kepedulian teman-teman untuk bahu-membahu menimbulkan optimisme bahwa kita sebagai bangsa bisa bersama-sama melawan Covid-19 ini. Solidaritas dan gotong-royong kita masih ada dan besar.

TNI – Polri dan relawan di Wisma Atlet juga bangga dengan kontribusi masyarakat. Kita salut dan berterima kasih atas dedikasi dan pengorbanan mereka. Nggak pernah ada keluhan, bahkan walau hanya sekedar ekspresi di muka. Semua kelihatan semangat. Ke sana ke mari bergerak cepat dan sigap.

BLC: Bantuan ini sampai kapan?

SRW: Sampai hari ini (Minggu 19 April 2020) saya masih terus supply ke Wisma Atlet. Selama donasi dana masih ada dan cukup. Donasi yang masuk secara teratur dilaporkan via WAG Heal The World, jadi ada kontrol. Teman-teman juga ikut bantu pengiriman ke sana. Kita bergantian, siapa aja yang punya waktu ke sana.

See Also
Perawat RSPI, Maulia Hindun: Keinginan Menolong Kalahkan Takut pada Corona 2

BLC: Ada pengalaman berkesan saat ke Wisma Atlet?

SRW: Pernah saya harus masuk ke “red zone” karena mau langsung kirim ke tower tempat para dokter dan suster diisolasi. Saya harus pakai masker dan sarung tangan untuk berjaga-jaga. Posko penjagaan yang saya lewati adalah posko yang sama dengan jalur jalan pasien-pasien positif Covid-19 lewat. Teman-teman yang bersimpati mengirimkan macam-macam supaya kesehatan saya tetap terjaga. Teman saya Grace Natalie, yang juga mengerahkan teman-temannya untuk berdonasi, beberapa kali kirim vitamin. Ada yang kasih saya masker, sarung tangan, topi face shield, dan lain-lain. Perhatian yang sangat mengharukan.

BLC: Apa yang Anda rasakan sebagai relawan yang berada di garis terdepan?

SRW: Saya senang bisa melakukan ini semua, karena buat saya ini bukan hanya sekedar mendukung TNI – Polri dan relawan di Wisma Atlet dan beberapa RS lain yang saya sempat supply. Tapi juga fakta bahwa masyarakat mau bersama-sama bekerja sama memerangi Covid-19 ini. Solidaritas tampak seperti yang diucapkan salah satu donatur, Ibu Lisa, “Bu Susy dan teman-teman sebagai relawan, aparat yang bekerja, dan kami sebagai donatur berusaha untuk support dari sisi finansial. Semoga badai ini (Covid-19) cepat berlalu dan semua sehat selalu.”

BLC: Anda puas sudah berbuat sesuatu untuk mengatasi wabah coronavirus ini….

SRW: Semua lelah terbayar ketika seorang prajurit berkata bahwa mental mereka bangkit melihat antusiasme masyarakat mendukung mereka.

Melihat begitu berartinya dukungan kita semua, saya menghimbau teman-teman di kota lain untuk melakukan hal yang sama. Support tim medis di sekitar kita. Saya sendiri hanya fokus di Wisma Atlet. Inginnya bisa menjangkau RS-RS lain tapi mustahil karena dana juga terbatas walaupun sudah termasuk besar untuk ukuran donasi via media sosial.

BLC: Ada pesan khusus yang ingin Anda sampaikan?

SRW: Jangan beranggapan bahwa semua sudah ada anggaran dari Pemerintah lalu semua baik-baik saja. Lakukanlah apa yang kita bisa. Posisikan diri kita sebagai dokter, perawat, dan relawan yang menyabung nyawa di garis depan. Pengorbanan mereka sudah maksimal, kita hanya tinggal sedikit mendukung dengan menjaga ketersediaan kebutuhan mereka yang mendasar. (*)

Susy Rizky: “Kita Sebagai Bangsa Bisa Bersama-sama Melawan Covid-19” 5

What's Your Reaction?
Excited
2
Happy
0
In Love
4
Not Sure
0
Silly
0
View Comments (0)

Leave a Reply

© 2020 Bersama Lawan Covid19 | Didukung oleh Cipendawa Rent Bus

Scroll To Top