Now Reading
Dokter Hewan ini Melukis Kuda di Atas Celana Jeans Selama PSBB

Dokter Hewan ini Melukis Kuda di Atas Celana Jeans Selama PSBB

Lukis Celana

Banyak kegiatan bermanfaat dapat dilakukan selama kita berada di rumah mengikuti instruksi pemerintah untuk mematuhi aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang ditetapkan sejak Selasa (31/3) pekan lalu untuk mencegah penyebaran wabah coronavirus di Indonesia.

Drh. Wahyu Peni – seorang dokter hewan di Kota Solo, Jawa Tengah – sejak tiga hari lalu (Rabu 8/4) mengisi waktu selama PSBB dengan membuat lukisan di atas celana jeans karena untuk sementara tak bisa keluar rumah untuk bertemu teman atau menemani anak semata wayangnya main ke toko buku dan mall.

Di sela jam buka praktek pada pagi dan sore hari, serta bila tak ada kunjungan lapangan, dokter hewan lulusan Fakultas Kedokteran Hewan Univeristas Gajah Mada, Yogyakarta, ini melakukan hal kreatif dengan menekuni lagi hobi lamanya melukis. Kali ini ia tak melukis di atas kanvas tapi di atas celana jeans miliknya yang masih ia pakai sehari-hari.

“Pakaian kerja saya sehari-hari cuma polo-shirt, celana jeans, dan sepatu boots. Karena bertemu hewan tidak bisa pakai pakaian yang macam-macam,” kata Dokter Peni.

Peni, begitu dokter hewan ini dipanggil oleh teman-teman dekatnya, mengaku sudah suka melukis sejak kecil. Bakat seni lukis yang menurun dari ayahnya ini makin terasah saat ia duduk di bangku SMP dan SMA dibimbing guru-gurunya. Bahkan ia sempat pameran bersama teman-teman sekolahnya yang hobi melukis juga. Saat kuliah di FKH UGM, tahun 1990 – 1996, ia tetap menyalurkan hobi melukis secara otodidak. Sayang koleksi lukisannya tercecer dan belum sempat ia kumpulkan lagi.

Kata Peni, “Melukis di celana jeans lebih sulit dibanding melukis di atas kanvas.” Bisa jadi karena di atas celana jeans permukaan bahannya lebih halus, licin, dan area bidang untuk melukis lebih sempit.

Peni, selama duapuluh tiga tahun menjalani praktek sebagai dokter hewan, suka pada kuda. Ia pun memilih fokus pada bagian muka kuda sebagai obyek lukisannya.

Tapi sebetulnya ada alasan yang lebih kuat kenapa ia melukis kuda. Beberapa saat sebelum melukis di atas celana jeans Peni mengalami situasi yang membuatnya sedih berkepanjangan. Ia tak dapat menyelamatkan nyawa seekor kuda yang sedang dalam perawatannya.

“Saya sudah berusaha melakukan yang terbaik tapi kuda yang lagi saya rawat itu tak tertolong. Ada (Tuhan) Yang Berkuasa di atas kita. Tapi tetap saja saya sedih karena merasa gagal menyelamatkan kuda itu,” tutur Peni dalam nada perlahan menahan kesedihan.

Selama tiga hari ini, di sela waktu prakteknya, Peni melukis celana-celana jeans koleksinya di kamar kerjanya yang dia sebut messy room itu. Sudah ada empat celana jeans-nya dia korbankan untuk tiga lukisan muka kuda dan satu lukisan wajah seorang perempuan cantik yang ada dalam imajinasinya.

See Also

Ia mengaku mengerjakan lukisan di atas celana jeans ini kalau lagi ada mood. Waktu yang dihabiskan sekitar tiga puluh menit sampai satu jam. Dan semua hasil lukisannya milik pribadi, langsung ia pakai untuk aktivitas sehari-hari. Tidak ia jual dan tidak juga menerima pesanan.

Menurut Peni niatnya melukis di atas celana jeans, selain mengisi waktu selama berada di rumah di masa PSBB ini, untuk memotivasi orang-orang lain di seluruh Indonesia yang memiliki hobi yang sama melukis. Siapa tahu juga dapat menjadi peluang usaha pada saat wabah coronavirus ini.

Apalagi, sambung Peni, melukis di atas celana jeans itu prinsipnya sama dengan melukis di atas kain kanvas. Dimulai dengan membuat skets lalu mewarnai sesuka hati kita.

Selain itu biayanya terbilang murah. Untuk dapat alat lukis dan cat acrylic yang anti air cuma sekitar Rp 200.000. Pun mudah didapatkan, bisa dibeli di toko-toko buku terdekat.

“Kita patuhi saja aturan PSBB dari pemerintah dan kalau kita kreatif pasti dapat menciptakan sesuatu yang berguna dan bernilai jual,” papar Peni yang memberi penghargaan tinggi kepada dokter-dokter koleganya dari bidang kedokteran umum yang hari-hari ini sedang berjuang menolong para pasien yang terinfeksi coronavirus.

What's Your Reaction?
Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0
View Comments (2)

Leave a Reply

© 2020 Bersama Lawan Covid19 | Didukung oleh Cipendawa Rent Bus

Scroll To Top