Now Reading
Seks Saat Corona? Ini Kata Para Ahli

Seks Saat Corona? Ini Kata Para Ahli

Wabah Corona atau COVID-19 bikin banyak orang tidak leluasa berdekatan. Sebab, memang anjuran untuk menjaga jarak digalakkan di mana-mana. Lalu, bagaimana dengan berhubungan seks?

Jika Anda salah satu yang digelisahkan oleh kerisauan bisa tetap berhubungan seks atau tidak, persoalan ini sebenarnya sudah terjawab oleh para pakar.

Melansir The Guardian, Minggu 5 April 2020, di sana para pakar memberikan jawaban apakah berhubungan seks di tengah wabah Corona, berbahaya atau tidak?

Dr Jessica Justman dari Columbia University Irving Medical Center, menjelaskan bahwa virus tersebut menular melalui virus yang terkandung pada tetesan pernapasan atau droplet. Jadi, hanya menular jika tetesan pernapasan itu keluar lewat bersin, batuk, atau berbicara. “Di samping, orang yang menyentuh permukaan yang sudah terkontaminasi pun bisa tertular,” kata Jessica.

Namun lebih spesifik apakah berhubungan seksual bisa menular lewat hubungan seksual, dijawab oleh dr Carlos E Rodriguez-Diaz. Profesor di George Washington University ini menjelaskan bahwa Covid-19 belum terbukti bisa menular lewat hubungan seksual.

Namun ia juga menggarisbawahi bahwa kemungkinan itu menular hanya melalui aktivitas berciuman. Jadi, jika hubungan seks bisa menularkan virus itu, hanya terjadi kalau kedua pasangan saling berciuman.

“Namun pastilah orang berciuman saat berhubungan seks. Nah, saat berciuman inilah virus dapat ditularkan, akibat air liur.”

Maka itu disarankan, agar jika salah satu dari pasangan terjangkit Corona tetap saling menjaga jarak. Bahkan sangat dianjurkan supaya masing-masing untuk berdiam di kamar terpisah.

See Also

Selain itu, buat yang baru tiba dari kawasan yang mengalami corona pun sangat ditekankan untuk juga mengisolasi diri dari pasangan. Terlebih lagi jika ada yang mulai mengalami gejala-gejala seperti sesak, ataupun batuk dan demam.

Praktis, dalam kondisi itu, berhubungan seks sama sekali tidak diperbolehkan. Sementara jika kondisi Anda berdua tetap baik-baik saja, tidak menunjukkan gejala-gejala tersebut, dipersilakan untuk berhubungan seks seperti biasa.

Profesor penyakit infeksi di Departemen Kedokteran Harvard Medical School, dr Julia Marcus, menegaskan bahwa seks akan aman-aman saja sepanjang tidak ada gejala-gejala terkena wabah. “Jika Anda atau pasangan Anda tidak mengalami gejala-gejala itu maka boleh-boleh saja–untuk tetap berhubungan seks. “Bahkan seks bisa membantu menghilangkan kecemasan selama masa yang rawan bikin stres ini.”***

What's Your Reaction?
Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0
View Comments (0)

Leave a Reply

© 2020 Bersama Lawan Covid19 | Didukung oleh Cipendawa Rent Bus

Scroll To Top