Now Reading
Sumbangsih Didi Kempot untuk Korban Wabah Coronavirus

Sumbangsih Didi Kempot untuk Korban Wabah Coronavirus

Berita duka cita datang pagi ini. Satu putera terbaik Indonesia, Penyanyi Campursari Didi Kempot, meninggal dunia menjelang pukul 8 pagi pada hari Selasa (5/5) ini.

Berita kepergian Didi Kempot sungguh mengejutkan kita semua. Di saat kita masih dalam suasana sedih karena kehilangan Penyanyi Glenn Fredly pada Rabu (8/4) satu bulan yang lalu.

Didi Kempot meninggal dunia pada usia 53 tahun akibat serangan jantung di RS Kasih Ibu, Solo, Jawa Tengah.

Konfirmasi meninggalnya Didi Kempot diperoleh dari seorang dokter yang dapat berita duka ini langsung dari koleganya di RS Kasih Ibu Solo.

“(Didi Kempot sakit) jantung. Datang ke rumah sakit sudah codeblue. Coba di-RJP (resutisasi jantung dan paru-part) tapi gak berhasil,” kata seorang dokter yang bertugas di RS Kasih Ibu Solo.

Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo pagi itu juga langsung datang melayat ke rumah sakit.

Seperti diketahui Didi Kempot bersama Walikota Solo Rudyatmo – dan unsur Muspida Kota Solo – baru saja merilis lagu “Ojo Mudik” pada Selasa (28/4) pekan lalu. Lagu ini berisi lirik yang menghimbau warga masyarakat untuk tidak mudik pada saat lebaran tahun ini.

Lagu “Ojo Mudik” ini pun mengajak seluruh warga negara Indonesia untuk melakukan social physical distancing selama wabah coronavirus (Covid-19) melanda negara kita dan 212 negara-negara lainnya di dunia. Dalam lagu terbarunya ini pun Didi Kempot mengajak kita untuk sering-sering cuci tangan dan menjaga kebersihan dan kesehatan.

Di akhir hayatnya Didi Kempot masih dapat membantu mengumpulkan dana total sekitar Rp 7,6 miliar dari konsernya yang ditayangkan live di televisi untuk membantu orang-orang yang terdampak wabah coronavirus.

Dalam konser di KompasTV pada Sabtu (11/4) lalu Presiden Jokowi sampai menelepon langsung Didi Kempot menyampaikan ucapan terima kasih karena sudah berbuat sesuatu yang sangat berarti untuk negara dan bangsa di masa sulit ini.

See Also

Hampir setahun ini, setelah memulai karier sebagai penyanyi jalanan lebih tiga puluh tahun lalu, kita terhibur dengan kehadiran Didi Kempot. Ia sukses menasionalkan lagu-lagu campur sari berbahasa Jawa ke seluruh Indonesia, Suriname, dan negara-negara lainnya di dunia.

Kita tak akan pernah mendengar lagi suara emas Didi Kempot yang menyuarakan dari lubuk hati yang paling dalam rasa patah hati yang begitu ambyar dengan lapang dada ikhlas ditinggal kekasih pergi. Seperti yang tertulis dalam lagu “Stasiun Balapan”, “Pamer Bojo”, dan “Banyu Langit”.

Kini saatnya kita yang harus ikhlas melepas kepergian Didi Kempot “The Godfather of Broken Heart”, Sang Dewa Patah Hati, walaupun dengan perasaan sangat sedih dengan hati yang paling ambyaaar….

Selamat jalan menuju peristirahatan yang damai di surga-Nya, surga yang sesungguhnya, Mas Didi…. (*)

What's Your Reaction?
Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0
View Comments (0)

Leave a Reply

© 2020 Bersama Lawan Covid19 | Didukung oleh Cipendawa Rent Bus

Scroll To Top