Now Reading
Ratusan Penumpang KRL Jalani Tes Swab di Stasiun Bogor

Ratusan Penumpang KRL Jalani Tes Swab di Stasiun Bogor

Harapan kita akan melakukan test massal sebagai salah satu cara memutuskan mata rantai penyebaran covid, akhirnya mulai menampakan titik terang. Hari ini ratusan penumpang kereta rel listrik (KRL) di Stasiun Bogor melakukan swab test atau pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR) Covid-19. Hal itu untuk memastikan ada atau tidaknya Covid-19 yang dibawa penumpang KRL.

Karena itu, PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) selaku operator KRL dan PT KAI melakukan pencegahan penyebaran Covid-19 dengan melakukan pembatasan jumlah penumpang serta pengaturan tempat duduk di kereta agar sesuai dengan aturan physical distancing.

Kemudian penumpang diwajibkan memakai masker, cek suhu tubuh sebelum masuk ke peron, dan disarankan mencuci tangan setiba di tujuan.

Kepala Bidang Perkeretaapian Dinas Perhubungan Jawa Barat, Iskandar, mengatakan, Swab Test yang dilakukannya hanya sehari saja. Tujuannya sendiri, untuk memastikan penumpang KRL tetap aman dalam perjalanan.

“Hari ini untuk swab test massal kita targetkan 350 penumpang. hasilnya nanti akan diketahui dua sampai tiga hari kedepan, Dan hasilnya juga akan kita beritahukan kepada yang bersangkutan” katanya kepada wartawan, Senin (27/4/2020).

Dirinya berharap, dengan adanya Swab Test yang dilakukan oleh pihaknya, bisa memberikan gambaran penyebaran Virus corona atau Covid-19 pada penumpang KRL.

Sampel lendir yang diambil dari dalam hidung maupun tenggorokan kemudian akan dibawa dan diuji di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Jawa Barat. Menurutnya, hasil pemeriksaan PCR ini diharapkan bisa memberikan gambaran terkait kondisi penumpang KRL apakah ada yang terpapar Covid-19 atau tidak.

Swab test ini merupakan kelanjutan dari alat tes PCR baru yang didatangkan dari Swiss, beberapa minggu lalu. Saat itu Staf khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan 20 alat polymerase chain reaction (PCR) yang telah dibeli dari perusahaan farmasi asal Swiss, Roche langsung didistribusikan ke sejumlah wilayah di Indonesia.

Arya juga menegaskan perlu ada penyesuaian dengan laboratorium dan rumah sakit yang dituju. “Semua alat ini akan disebar di beberapa provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Lampung, Sumatra Selatan, Sumatra Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Papua. Ini akan disebar secepatnya,” ucap Arya ( Rabu 8/4 ).

Arya menjelaskan ada dua tipe alat yang didatangkan ini yaitu 2 unit Magnapure 96 dan 18 buah Light Cycle Detector. Magnapure 96 dapat digunakan untuk 1.000 tes RNA per hari dan Light Cycle Detector mampu memeriksa 500 RNA dalam sehari.

Arya memperkirakan lewat dua alat tes ini, upaya deteksi Corona bisa dilakukan lebih massif. Karena jumlah tes per hari yang dikerjakan akan besar. Ia menuturkan dalam sebulan angkanya bisa mencapai 300 ribu orang yang dites.

Pemeriksaan menggunakan teknik reaksi rantai polimerase (PCR) merupakan salah satu tes untuk mendeteksi virus corona. Pemeriksaan ini dilakukan dengan cara pengumpulan usap (swab) dari saluran pernapasan atas, yakni bagian hidung, mulut dan tenggorokan. Semoga pemeriksaan ini akan lebih banyak dan massal di penjuru negeri, sehingga harapan pandemi ini bisa diatas akan segera terwujud.

See Also

Foto : Liputan6.com & CNN

What's Your Reaction?
Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0
View Comments (0)

Leave a Reply

© 2020 Bersama Lawan Covid19 | Didukung oleh Cipendawa Rent Bus

Scroll To Top