Now Reading
Potensi Sel Punca untuk Terapi Pasien Covid-19

Potensi Sel Punca untuk Terapi Pasien Covid-19

Sel punca menjadi salah satu pilihan terapi bagi pasien Covid-19 dengan kondisi berat atau kritis. Meski masih dalam tahap uji klinis, sejumlah studi telah menunjukkan perbaikan kondisi pada pasien, terutama pada pasien Covid-19 yang mengalami kerusakan pada paru saat mendapat terapi sel punca.

Dalam ClinicalTrials.gov tercatat ada 13 uji klinis terkait pemanfaatan sel punca mesenkinal atau Mesenchymal stem cells (MSC) untuk terapi pasien Covid-19 atau penyakit yang disebabkan virus korona (coronavirus) baru, SARS-CoV-2. Dari semua riset itu, satu penelitian telah melaporkan hasil uji klinis.

Dari hasil penelitian Leng Z tersebut, tujuh pasien yang mendapatkan terapi sel punca dinyatakan sembuh dalam 1-2 minggu setelah terapi diberikan. Setidaknya, kondisi klinis dari pasien yang mendapat terapi itu mengalami perbaikan kondisi dalam dua hari setelah menjalani pengobatan. Perbaikan pada protein VEGF (vascular endothelial growth factor) juga terjadi. Protein ini bermanfaat untuk memperbaiki pembuluh darah yang rusak akibat Covid-19.

Staf Departemen Ilmu Penyakit Dalam Divisi Pulmonologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (FKUI/RSCM), Telly Kamelia, dalam acara webinar betajuk ”Stem Cell dan Pneumonia Covid-19” di Jakarta, Rabu (7/5/2020), menuturkan, terapi sel punca dapat membantu memperbaiki sistem imun tubuh dan memperbaiki kerusakan dari bagian dalam tubuh. Terapi ini pun telah diuji klinis pada pasien Covid-19 di Rumah Sakit Beijing YouAn, China.

”Setelah memasuki sistem tubuh secara sistemik, sebagian besar dari sel (punca) akan terakumulasi pada paru-paru dan berfungsi melindungi alveoli sel epitel. Selain itu, terapi sel punca tersebut bertujuan menghindari fibrosis pada paru dan memperbaiki fungsi paru-paru secara keseluruhan,” tuturnya.

Sel punca ini tidak memiliki reseptor ACE-2 yang  menjadi reseptor virus Sars-CoV-2 penyebab Covid-19 sehingga tidak melemahkan fungsinya dalam memperkuat daya tahan tubuh. Selain itu, sel punca juga dapat mengatur dan mengendalikan respons imunitas tubuh.

Dalam kondisi terinfeksi virus, tubuh biasanya akan meningkatkan aktivitas sel imunitas berlebihan dan mengeluarkan protein sitokin amat banyak. Kondisi itu disebut sebagai badai sitokin yang bisa mengakibatkan kelumpuhan pada sel imunitas dan justru memicu kegagalan berbagai fungsi organ, seperti paru, jantung, dan hati. Tidak jarang, kondisi itu bisa menyebabkan kematian.

Sel punca bisa berfungsi mengendalikan respons imun tubuh dan menurunkan kadar sitokin yang dikeluarkan. Dalam terapi untuk pasien Covid-19, terapi sel punca bisa berdampak baik dengan mengembalikan saturasi oksien di atas 95 persen.

Kepala Laboratorium Kultur Sel Punca Stem Cell and Tissue Engineering (SCTE) Indonesian Medical Education and Research Institute Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (IMERI-FKUI) Radiana mengatakan, sel punca bisa bersumber dari tubuh kita sendiri (autologous stem cell) dan orang lain (alogenic stem cell). Sel ini bisa didapatkan dari beberapa bagian tubuh, misalnya sumsum tulang, pulpa gigi, atau limbah sedot lemak.

Sel punca pada umumnya ada di dalam tubuh manusia. Namun, kuantitasnya akan menurun seiring bertambahnya usia. Karena itu, terapi sel punca banyak digunakan untuk berbagai penyakit karena sifatnya regeneratif atau mengganti sel-sel di tubuh yang rusak. Selama ini, terapi ini diberikan bagi pasien dengan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), sindrom gangguan pernapasan akut (ARDS), dan fibrosis paru karena infeksi.

”Laporan di Brasil menemukan dari 10 pasien Covid-19 dalam kondisi berat dan kritis hingga mengalami kematian terjadi kerusakan alveoli (katung udara dalam paru). Jadi, terapi sel punca bisa dimanfaatkan untuk memperbaiki jaringan di paru pada pasien Covid-19 agar tak mengalami perburukan,” katanya.

Kepala Pusat Penelitian Stem Cell and Tissue Engineering (SCTE) IMERI-FKUI Ismail Hadisoebroto Dilogo menuturkan, riset tekait pemanfaatan terapi sel punca bagi pasien Covid-19 kritis dan berat, menurut rencana, dimulai pada pekan depan. Pusat penelitian tersebut telah mendapatkan hibah serta persetujuan etik untuk melakukan penelitian tersebut.

”Pada intinya, terapi stem cell (sel punca) ini berfungsi untuk tiga hal utama bagi pasien Covid-19, terutama ketika kondisi pasien dalam masa akut saat terjadi badai sitokin. Pertama, terapi ini untuk memperbaiki imunitas sel tubuh, mencegah inflamasi agar tidak terjadi badai sitokin, serta  meregenerasi dan mereparasi kerusakan sel tubuh, termasuk fibrosis paru,” ucapnya.

Sumber : Kompas.id
Foto : James Evans/University of Alaska Anchorage

What's Your Reaction?
Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0
View Comments (0)

Leave a Reply

© 2020 Bersama Lawan Covid19 | Didukung oleh Cipendawa Rent Bus

Scroll To Top