Now Reading
Pesan Psikolog: Hindari Berita Negatif di Tengah Wabah Corona

Pesan Psikolog: Hindari Berita Negatif di Tengah Wabah Corona

Covid-19 atau virus Corona mengisi berbagai pemberitaan saban hari. Tak sedikit dari berita-berita tersebut ternyata dapat memicu perasaan tertekan atau stres, hingga membawa dampak negatif terhadap kesehatan mental.

Tak jarang, berita-berita negatif tersebut justru membawa pengaruh terlalu jauh. Itu juga yang diingatkan oleh salah satu psikolog ternama, Steven Stosny.

Steven sendiri juga mengakui bahwa selama Corona mewabah, banyak kliennya yang terpapar oleh berita negatif hingga bikin mental mereka terpuruk. Mereka merasakan energi terkuras, hingga mengalami kecemasan berlebihan.

Maka itu pada 6 Februari 2020, Washington Post secara khusus mengangkat pendapat psikolog tersebut, selain juga bukti berupa survei American Psychological Association (APA).

“Mereka (para klien) memberitahukan bahwa mereka mengalami firasat sampai dengan kecemasan berlebihan terkait masa depan,” kata Stosny dalam tulisannya media ternama Amerika Serikat (AS) tersebut.

Ia menunjukkan survei yang dilakukan APA, yang menunjukkan bahwa di AS saja, dalam kurun Agustus 2016 sampai dengan Januari 2017, tingkat stres meningkat menjadi 5,1. Sebelumnya tertinggi hanya sampai ke tingkat 4,8.

Dari survei itu juga, kata Stosny, dari sisi angka mungkin tak banyak perbedaan. Meski begitu, rata-rata responden mengakui dicemaskan oleh berita tertentu yang ada di media massa.

Ironisnya, meskipun berbagai berita menimbulkan stres, namun sebanyak 54 persen dari respondennya mengaku tetap haus pada berita-berita terkini. Hal ini terjadi terutama di kalangan kelompok usia 30-an.

Dari survei itulah, Stosny memberikan beberapa saran di tengah situasi terkini, agar publik dapat menghindari stres yang bisa berdampak buruk pada mental dan kesehatan mereka.

Hindari konsumsi berita negatif

Anda harus berhenti sejenak dari berita-berita buruk yang bikin mental Anda terganggu. Terlebih, jika ini terbiarkan, produktivitas Anda pun dapat terganggu.

Jadi, daripada membaca berita negatif itu, akan lebih baik jika Anda gantikan dengan kegiatan membaca buku, berolahraga, mendengarkan musik, atau berlatih meditasi.

Berkontribusi untuk orang banyak

Anda tidak perlu memusingkan apa yang tidak bisa Anda lakukan. Namun, Anda masih bisa melakukan apa saja yang sekiranya baik untuk Anda dan orang banyak.

See Also

“Kami sudah memperlajari bahwa dalam ilmu neurologi, ketika Anda fokus terhadap sesuatu maka ini akan mengamplifikasi atau memperkuat sekaligus memperbesar hal itu,” kata dia. Artinya, jika Anda memilih untuk fokus atas sesuatu, maka perhatian Anda akan terhindar dari hal-hal yang tidak penting.

Jadi, berkontribusi dengan berbagi hal-hal baik, misalnya di media sosial, justru akan membantu Anda juga untuk tetap fokus di sana, dan terhindar dari hal-hal negatif.

“Misalnya Anda merasa, oh saya sudah tidak tertolong lagi, maka otak Anda akan terisi dengan memori yang sangat banyak tentang itu–bikin kesan negatif itu semakin menguat,” katanya. Maka itu, memfokuskan pada hal-hal baik saja, bisa membendung pengaruh negatif dari sekeliling Anda, termasuk berita yang Anda baca.

Cari bacaan atau berita positif

Jika Anda aktif di media sosial, dapat saja berita negatif akan banyak Anda dapatkan. Namun, Anda tetap adalah raja bagi Anda sendiri. Jadi, Anda bisa memilih mana berita yang patut dibaca, dan mana saja berita yang sebaiknya Anda hindari demi kesehatan mental Anda sendiri.

“Berita, blog, atau media sosial, terkadang bisa membawa akibat bikin kita merasa diserang dengan rudal nyaris tanpa henti,” kata pakar yang juga penulis Soar Above: How to Use the Most Profound Part of Your Brain under Any Kind of Stress. Jadi, pastikan Anda berusaha untuk menghindar dari berita buruk yang menarik perhatian, dan memilih berita baik yang menyehatkan jasmani dan rohani Anda. Sepakat?

What's Your Reaction?
Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0
View Comments (0)

Leave a Reply

© 2020 Bersama Lawan Covid19 | Didukung oleh Cipendawa Rent Bus

Scroll To Top