Now Reading
“Ojo Mudik,” Pesan Lord Didi ke Kita Semua

“Ojo Mudik,” Pesan Lord Didi ke Kita Semua

Mak bedunduk (ungkapan muncul mendadak)
Mak pethungul (ungkapan muncul mendadak)
Virus corona
Nengngopo kowe njedhul (Kenapa kamu muncul)

Mak bedunduk
Mak pethungul
Ojo cedhak-cedhak (Jangan dekat-dekat)
Awas ojo podho ngumpul (Awas jangan berkumpul)
Jaga jarak, cuci tangan pakai masker
Ojo lali nyenyuwuno sing banter (Jangan lupa berdoa dengan sungguh-sungguh)

Jaga jarak, cuci tangan pakai masker
Maju bareng (Maju bersama)
Nglawan corona ben klenger (Melawan corona agar mati)
Neng ngomah wae (Di rumah saja)
Di rumah saja
Bersama-sama ayo lawan corona

Lagu berirama ceria itu terasa menghibur. Khas gaya seorang Didi Kempot. Siapa nyana, ajakan untuk jangan mudik itu justru bisa dikatakan pesan terakhir Dionisius Prasetyo, demikian nama lahir The Godfather of Broken Heart. Jutaan Sobat Ambyar sedunia pun berduka seketika.

Siapa yang percaya lelaki yang pada 11 April kemarin masih lincah bernyanyi dan penuh semangat mengumpulkan Rp 7,6 miliar untuk memerangi wabah Corona ini telah berpulang? Tak satu pun. Namun itulah faktanya. Di “Konser Amal dari Rumah” itu, Presiden Jokowi menyempatkan diri menelepon Didi Kempot, teman sekampung halamannya, Solo. Apakah ini pertanda ucapan pamit Lord Didi kepada Indonesia?

Nama Didi Kempot selalu membuat kita tertegun. Berkali-kali saya berpikir, “Kok bisa, sudah di usia tak muda lagi, beliau mampu menjadi seorang Super Star?”  Tanya itu bergayut di benak ini begitu tahu bahwa Sobat Ambyar, paguyuban fans Lord Didi Kempot tak kira-kira jumlahnya. Sad Boys dan Sad Girls yang selalu setia hadir ikut bergoyang di setiap kesempatan Lord Didi manggung. Sad, sedih. Sebab di balik irama ceria nan kocak lagu-lagunya, tersimpan rintihan pedih patah hati.

Dudu klambi anyar sing nang njero lemariku (bukan baju abru yang ada di dalam lemariku)
Nanging bojo anyar sing mbok pamerke neng aku (Tapi suami/istri baru yang kau pamerkan padaku)
Dudu wangi mawar sing tak sawang neng mripatku (Bukan wangi mawar yang kau lihat di wajahku)
Nanging kowe lali nglarani wong koyo aku (Tapi kau lupa telah sakiti orang sepertiku)

Begitu penggalan lirik lagu Pamer Bojo yang pernah dilantunkan Lord Didi bersama Nella Kharisma. Bahkan Via Vallen, kompetitor utama Nella pun ikut menyanyikannya.

Keheranan tadi masih disusul tanya lain, “Bagaimana bisa lagu-lagu berbahasa Jawa Didi Kempot bisa disukai begitu banyak orang, bahkan yang bukan orang Jawa atau tidak paham bahasa Jawa?” Ini saya lihat dan alami sendiri, ketika melihat Elizabeth Kelmaskosu seorang teman berdarah Ambon, fasih menyanyikan lagu ini sembari bergoyang. Alice, begitu Elizabeth disapa, mengaku lirik-lirik lagu Lord Didi sangat mengena. “Simpel tapi mengena,” ujar Nona Ambon Manise ini.

Sejak lama sekali saya mendengar lagu-lagunya, walau sepintas. Sejak dulu, di Banyudono, Boyolali, kampung almarhum ayah saya. Tembang lawas seperti Sewu Kuto, Stasiun Balapan, membuat saya terseret ke arus masa lalu. Hamparan kenangan masa-masa indah, sawah hijau, susana pedesaan nan damai dan sejuk. Lagu kenangan yang terus hits hingga kini, membuat tubuh bergoyang tiap kali The Godfather of Broken Heart menyanyikannya.

See Also

Saat itu sama sekali tak terpikir bahwa Lord Didi akan sedemikian populernya. Sungguh. Dan kini Lord Didi sudah mudik lebih dulu ke haribaan-Nya, mendului kita semua.

Semangatnya mengajak kita memerangi Covid-19 sangat layak diacungi jempol. Lagu Ojo Mudik ciptaannya adalah ajakan untuk tidak mudik demi memutus rantai penyebaran Covid-19. Sudah nyaris 700.000 kali ditonton, video klip di kanal YouTube resmi Lord Didi itu menampilkan duet Lord Didi bersama Walikota Solo Fx Hadi Rudyatmo. Dengan gaya mereka yang sangat apa adanya.

Sayang sekali, Lord Didi, kita tak jadi bersua di konser bertajuk ‘Ambyar Tak Jogeti: 30 Tahun Lord Didi Kempot Berkarya’ pada 10 Juli 2020 mendatang. Sampai berjumpa di belahan dunia lain. Dan saya akan selalu menjadi Sobat Ambyar-mu.

Ilustrasi: Heripong

What's Your Reaction?
Excited
0
Happy
1
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0
View Comments (0)

Leave a Reply

© 2020 Bersama Lawan Covid19 | Didukung oleh Cipendawa Rent Bus

Scroll To Top