Now Reading
Obesitas Rentan Covid-19, Ini Tipsnya agar Tak Makan Berlebih Saat Bosan Selama Pembatasan Sosial

Obesitas Rentan Covid-19, Ini Tipsnya agar Tak Makan Berlebih Saat Bosan Selama Pembatasan Sosial

Sejumlah orang mengalami kenaikan berat badan selama masa karantina di rumah. Kesehatan perlu diperhatikan karena penderita obesitas rentan terpapar Covid-19.

Aktivitas fisik yang biasa dilakukan masyarakat berkurang banyak selama pembatasan sosial berlaku. Kecenderungan orang makan lebih banyak untuk membunuh rasa bosan juga terjadi. Jika dibiarkan, hal ini dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Padahal, tubuh yang sehat dan bugar adalah kunci melawan pandemi Covid-19.

Berat badan karyawan swasta Mahardika (25) naik 3 kilogram selama sebulan terakhir. Sejak pandemi merebak, ia lebih sering menghabiskan waktu di dalam kamar indekos. Kesehariannya diisi dengan duduk dan bekerja di depan laptop. Tidak ada aktivitas fisik signifikan yang ia lakukan.

”Selama di rumah, berat badanku naik dan sekarang jarang olahraga. Sepertinya ini sedang dialami oleh banyak orang,” katanya saat dihubungi, Kamis (23/4/2020).

Pengalaman serupa dialami warga Jakarta Iqbal (25). Ia tidak lagi menyempatkan diri untuk olahraga dan mengonsumsi sayuran. Kini, berat badannya naik 4 kilogram. Kondisi ini membuatnya mudah lelah ketika berjalan ke swalayan terdekat.

Aktivitas fisik yang biasa dilakukan masyarakat berkurang banyak selama pembatasan sosial berlaku. Kecenderungan orang makan lebih banyak untuk membunuh rasa bosan juga terjadi. Jika dibiarkan, hal ini dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Padahal, tubuh yang sehat dan bugar adalah kunci melawan pandemi Covid-19.

Berat badan karyawan swasta Mahardika (25) naik 3 kilogram selama sebulan terakhir. Sejak pandemi merebak, ia lebih sering menghabiskan waktu di dalam kamar indekos. Kesehariannya diisi dengan duduk dan bekerja di depan laptop. Tidak ada aktivitas fisik signifikan yang ia lakukan.

”Selama di rumah, berat badanku naik dan sekarang jarang olahraga. Sepertinya ini sedang dialami oleh banyak orang,” katanya saat dihubungi, Kamis (23/4/2020).

Pengalaman serupa dialami warga Jakarta Iqbal (25). Ia tidak lagi menyempatkan diri untuk olahraga dan mengonsumsi sayuran. Kini, berat badannya naik 4 kilogram. Kondisi ini membuatnya mudah lelah ketika berjalan ke swalayan terdekat.

Ahli epidemiologi Perancis, Jean-François Delfraissy, mengatakan, obesitas meningkatkan risiko penyakit Covid-19. Menurut dia, ada 17 juta orang dari total 67 juta penduduk Perancis yang rentan pada Covid-19 karena sejumlah faktor kesehatan, yakni obesitas, usia, dan penyakit bawaan.

”Virus ini (SARS-CoV-2) sangat buruk. Ini bisa menginfeksi orang berusia muda, terutama yang menderita obesitas. Mereka yang kegemukan benar-benar harus berhati-hati,” kata Delfraissy mengutip dari Reuters.

Ia mengatakan, tingkat kematian pasien Covid-19 berusia muda yang menderita gangguan pernapasan berat adalah 2 persen. Namun, angka itu naik menjadi 14 persen bagi pasien yang termasuk golongan rentan.

Baca juga : Berkawan dengan Kesepian di Masa Pandemi

Adapun jumlah orang yang positif korona di Indonesia per 23 April 2020 adalah 7.775 orang. Sebanyak 647 orang meninggal dan 960 orang dinyatakan sembuh.

DKI Jakarta menjadi wilayah dengan sebaran pasien sembuh terbanyak, yakni 326 orang. Pasien sembuh terbanyak selanjutnya ada Jawa Timur (121 orang), Jawa Barat (87 orang), Sulawesi Selatan (80 orang), Bali (55 orang), Jawa Tengah (54 orang), dan wilayah lain di Indonesia sehingga total mencapai 960 orang sembuh.

Jaga nutrisi

Saat dihubungi terpisah, ahli gizi Titi Sekarindah mengatakan, kendati masyarakat diminta beraktivitas di dalam rumah, pola makan teratur dan nutrisi yang seimbang perlu tetap diterapkan. Diet ketat dinilai tidak perlu dilakukan di situasi pandemi. Ini untuk menjaga berat badan dan kesehatan tubuh.

See Also

”Asupan karbohidrat, protein, vitamin, sayur, dan buah tetap harus seimbang. Memakan mi (instan) sekali-sekali boleh, tapi jangan berlebihan. Makanan yang membuat berat badan naik sebenarnya adalah makanan dan minuman manis, gorengan, dan konsumsi karbohidrat yang terlalu banyak. Misalnya, terlalu banyak memakan kue dan snack,” kata Titi.

Makanan yang membuat berat badan naik sebenarnya adalah makanan dan minuman manis, gorengan, dan konsumsi karbohidrat yang terlalu banyak. Misalnya, terlalu banyak memakan kue dan snack.

Baca juga : Puluhan Vaksin Covid-19 dalam Pengembangan, Kapan Akan Siap?

Ia menyarankan agar makanan ringan diganti dengan buah segar. Karbohidrat yang terkandung dalam nasi dapat diganti dengan kentang rebus, nasi merah, atau roti gandum. Konsumsi sayuran dapat dikreasikan dengan membuat salad sayur. Selain itu, ia mengimbau untuk mengurangi mengonsumsi makanan yang digoreng.

Aktivitas fisik juga perlu dilakukan untuk menyeimbangkan konsumsi makanan sehat. Pekerjaan rumah tangga dinilai cukup sebagai pengganti olahraga yang biasa dilakukan di luar ruangan. Panduan olahraga yang disiarkan di internet juga dapat dilakukan agar tubuh tetap bugar.

”Olahraga yang dilakukan di rumah bisa disesuaikan dengan karakteristik dan kemampuan seseorang. Sementara itu, bagi yang telanjur mengalami kegemukan, dapat mengurangi konsumsi karbohidrat setengah porsi. Misalnya, nasi 150 gram dikurangi menjadi 75 gram saja. Kurangi juga makanan dan minuman manis,” kata Titi.

SEKAR GANDHAWANGI – Kompas.id

Foto : Halodoc.com & Image Bank

What's Your Reaction?
Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0
View Comments (0)

Leave a Reply

© 2020 Bersama Lawan Covid19 | Didukung oleh Cipendawa Rent Bus

Scroll To Top