Now Reading
Mitra GoClean & GoMassage Alih Profesi: Jastip, Bagelen, Sampai Empon-Empon

Mitra GoClean & GoMassage Alih Profesi: Jastip, Bagelen, Sampai Empon-Empon

Agak lama Siti Mutoyimah membalas WhatsApp, sebab harus memomong bayinya. Mitra GoClean sejak Januari 2019 ini terpaksa menganggur, sejak pertengahan Maret 2020.

“Selain karena orderan sepi, ada rasa was-was pada virus Corona. Aku punya anak batita, khawatirnya kalau mesti ditinggal kerja karena wabah ini. Setidaknya meskipun harus kesusahan, yang penting sehat,” ungkap Mut, begitu dia akrab disapa. Karena pendapatan keluarga berkurang. Mut berinisiatif berjualan teri krispi dan roti bagelen kering, baik online dan offline.

Di Twitter, dia menjajakan dagangannya di akun @Cemokotable_. Tak banyak keuntugan yang didapat, terkendala modal. Pendapatan dari berjualan cemilan tak bisa diduga, kadang lumayan, kadang tak laku sama sekali. Tapi cukup lumayan menambah uang belanja, daripada tidak ada sama sekali.

Lain lagi cerita Suntami. Mitra GoMassage dan GoClean sejak 2016 ini sudah tidak menjalankan jasanya lagi sejak ada wabah Covid-19. Alasannya, sepi orderan, dan berkali-kali ditolak masuk ke apartemen pelanggan. Ada persyaratan bahwa mitra GoClean wajib memakai Alat Pelindung Diri (APD), yang hanya difasilitasi sekali oleh pihak manajemen Gojek Indonesia. Selanjutnya, mitra harus membeli sendiri. Ini dirasa Thamie, begitu Suntami akrab disapa, memberatkan dirinya. Sebab penghasilan dari GoClean masih kena potong 30% oleh manajemen. Sementara layanan GoMassage sudah benar-benar ditutup.

Sebagai seorang single mom yang dikejar berbagai tagihan bulanan dan keperluan anak, Thamie harus kreatif mendapat penghasilan lain. Sejak wabah Corona, dia stop menjadi mitra GoClean, fokus ke berbagai usaha jasa dan dagang. Salah satunya jastip alis jasa titip belanja apa saja ke pasar tradisional. Pengguna jasanya cukup banyak, terutama area Kebayoran Lama dan sekitarnya. Tarifnya sangat terjangkau, Rp 10.000 saja sekali belanja, pelanggan bisa mendapatkan sayuran segar dari pasar. Sebab Thamie sudah di sana sejak jam 2.00 pagi.

Tak sampai di situ, Thamie juga berbisnis kuliner mulai dari nasi boks, nasi goreng ala Singapore, cumi asin, hingga jamu empon-empon botolan racikan sendiri. Kadang dioa antar sendiri ke pembeli, kadang lewat jasa antar ojol. Apa saja dijalani asal halal dan mendatangkan income tambahan. “Alhamdulilah bisa bayar kontrakan,” jawab Thamie saat ditanya berapa pendapatannya sekarang.“Bisa Rp 200.000 per hari.”

Pendapatan terbesar didapat apabila ada yang memesan dalam partai besar. Langsung 100 boks sekaligus untuk keperluan donasi. Untuk aktivitas ini, Thamie sekaligus menjadi penyalur ke driver ojol dan sesama teman-teman mitra GoClean dan GoMassage yang banyak menganggur. “Kebanyakan orang berdonasi ke driver ojol, padahal banyak juga selain ojol yang kini sedang susah. Mereka sering luput dari donasi,” ujar Thamie yang cukup vokal di akun Twitter-nya, @Tha_mieee.

Tentunya Thamie maupun Mut sama-sama sadar bahwa mereka harus ekstra siaga menjaga kebersihan, agar tidak terpapar Covid-19. Selalu berusaha higienis mengemas makanan yang dijual. Bahkan Thamie selalu mandi dan ganti baju sepulang dari mengantar orderan. Mereka punya anak yang masih kecil, dan tak mau ambil risiko tertular Corona.

See Also

“Semoga wabah ini lekas berakhir dan bisa aktif bekerja lagi. Semoga juga bantuan dari pemerintah cepet turun dan tepat sasaran,” Mut menyampaikan harapannya.

Mitra GoClean sebenarnya masih bisa beroperasi, selama memenuhi kriteria khusus sejak Covid-19 mewabah. Kriteria itu dianggap berat, di mana mereka wajib membeli APD sendiri. Sementara pekerjaan sehari-hari berisiko tinggi, sebab bergumul dengan sampah dan kotoran. Baik Thamie maupun Mut merasa tak sanggup harus menanggung risiko itu. Ditambah apartemen sudah tertutup bagi mereka, yang otomatis mengurangi kans mendapat pelanggan. Sementara layanan GoMassage ditutup sama sekali, sehingga mitranya menganggur total. Alih profesi terpaksa dilakukan. Dan semoga makin banyak yang bisa kreatif seperti Thamie dan Mut.

Foto: Dokumen pribadi Mut dan Thamie

What's Your Reaction?
Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0
View Comments (0)

Leave a Reply

© 2020 Bersama Lawan Covid19 | Didukung oleh Cipendawa Rent Bus

Scroll To Top