Now Reading
Meilya, Wanita yang Mengalahkan Corona

Meilya, Wanita yang Mengalahkan Corona

Pikiran positif, hilangkan paranoid, dan hindari informasi palsu alias hoax. Tiga kunci itu yang membuat Meilya bisa memenangkan pertempuran melawan virus Corona. Sempat tidak percaya dirinya divonis positif terjangkit Covid-19, akhirnya perempuan 30 tahun ini menjalani isolasi di Wisma Atlet.

Apa saja yang dijalaninya sampai bisa pulih sepenuhnya dari virus ini? Berikut wawancara dengan Meilya.

Sejak kapan mulai merasakan gejala Covid-19?

Sejak 18 Maret 2020.

Apakah sebelumnya berpergian atau menghadiri acara atau bertemu orang yang sudah positif Covid-19?

Saya tidak berpergian atau bertemu dengan positif Covid-19

Lalu apa tindakan Anda?

Saya ke rumah sakit dan melakukan CT scan. Ternyata ada kabut di paru-paru. Rumah sakit menyarankan agar saya melakukan isolasi mandiri di rumah selama 14 hari. Tapi saya masih tidak percaya. Pada 24 Maret 2020, saya kembali melakukan CT scan, dan kabut di paru-paru semakin banyak. Karena di rumah ada orang tua saya yang sudah lanjut usia, akhirnya saya memutuskan untuk dikarantina di Wisma Atlet.

Bagaimana respon Anda ketika pertama kali divonis positif?

Jujur saya shock, apalagi saya orangnya panikan dan paranoid.

Apakah cukup mudah mendapat RS rujukan? Bagaimana akhirnya bisa sampai ke Wisma Atlet?

Mudah kok, perawat di sana sangat koperatif. Selama di sana kita observasi terus.

Berapa lama dirawat di Wisma Atlet?

16 hari.

Bagaimana pelayanan di sana? Mendapat obat apa saja, dan terapi apa saja?

Ya, di sana perawatnya oke kok, sangat baik sama saya. Mereka adalah support system saya di Wisma Atlet, yang membuat saya bangkit dari keterpurukan. Obat yang diberikan dari sana adalah obat-obat penunjang seperti chloroquine, azhitromicin, olsetamivir dan vitamin C.

Bagaimana suasana di Wisma Atlet? Cukup ramai pastinya?

Ramai sudah pasti. Karena saya memang orang yang sulit beradaptasi dengan lingkungan baru, maka membuat saya agak sulit tidur. Sampai hari ini saja di rumah pun saya masih sedang berusaha mengembalikan ritme tidur lagi.

Waktu pertama kali mendengar kabar soal Corona, bagaimana tanggapan Anda? Takut atau cenderung meremehkan?

Jujur saya takut, makanya saya sangat aware sekali dan selalu mikir kemana-mana harus pakai masker.

See Also

Apa yang membuat Anda terus semangat untuk sembuh?

Yang saya bisa yakinin cuma satu hal, berserah sama Tuhan. Dan saya percaya bahwa obat tidak akan pernah menghianati hasil.

Adakah pesan bagi sesama pasien Covid-19 atau masyarakat luas yang belum terjangkit virus ini?

Kalau pesan saya, jangan melihat informasi di media sosial yang tidak benar. Orang Indonesia kadang membuat berita-berita yang tidak benar. Dan sebenarnya kalau rakyat Indonesia bsia sama-sama bergandengan tangan dan tidak membuat sesamanya paranoid, maka semua ini dapat diatasi.

Adakah tips khusus agar terus semangat sembuh dan akhirnya benar2 sembuh?

Ingat sekali lagi, berserah saja ke Tuhan, dan jangan melihat media sosial yang tidak penting. Obat sebenarnya jangan stres.

Betul sekali, berserah kepada Tuhan membuat kita lebih mudah menangkis stres. Dengan tidak stres, maka tubuh kita pun akan merespon dengan baik semua pikiran positif yang masuk, sehingga imunitas meningkat. Mens sana in corpore sano.

Semoga makin banyak pasien Covid-19 yang menyusul kesembuhan Meilya. Bersama kita lawan Covid-19. Ciayo!

Foto: Dokumen pribadi Meilya

What's Your Reaction?
Excited
0
Happy
1
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0
View Comments (0)

Leave a Reply

© 2020 Bersama Lawan Covid19 | Didukung oleh Cipendawa Rent Bus

Scroll To Top