Now Reading
Kita Tidak Pernah Benar-benar “Sendiri”

Kita Tidak Pernah Benar-benar “Sendiri”

Sebulan lebih sudah kita dipaksa menjadi pribadi yang lebih individualis. Bukan individualis dalam makna negatif, melainkan sebaliknya. Lebih mandiri, tidak selalu harus berkelompok, berguyub, selayaknya orang Indonesia kebanyakan. Metode social distancing alias jaga jarak perlaham mengubah pola pergaulan dari “suka kumpul-kumpul” atau “ngopi cantik” menjadi #DiRumahAja. 

Tetap saja kita tak bisa lepas dari media sosial, entah itu Facebook, Instagram, Twitter, WhatsApp, Telegram, atau yang kini sedang hits, Zoom. Setiap waktu kita selalu terhubung dengan orang lain. Sesungguhnya kita tidak pernah sendiri, seperti yang dikatakan penyanyi lawas, Tiffany, “I Think We’re Alone Now”. Selama terhubung dengan internet beserta aplikasinya, kita tidak pernah benar-benar sendiri. 

Setiap waktu, menerima kabar dari teman, kenalan, keluarga, atau siapapun yang terhubung dengan kita di internet. Media sosial menjadi semacam andalan dalam mendapatkan beragam informasi, terlepas itu valid atau tidak.  

Dari Twitter, kita bisa tahu ada seorang driver ojek online yang harus menjual motornya, agar dapat membayar kontrakannya. Iseng membuka Twitter, kita membaca berita tentang keluarga pemulung yang meninggal kena serangan jantung, karena dua hari hanya minum air putih. Di WhatsApp Group, seorang teman menawarkan menjual laptop, agar dapat memberi makan keluarganya. Dia sendiri sudah kena PHK tanpa pesangon. Hati kita terketuk. Membuka akun KitaBisa, atau sekadar membeli dagangan seorang ibu muda di Facebook, untuk meringankan bebannya.

Mendekatkan yang Jauh

Seperti yang saya tulis di sini, Corona kadang membawa sejumlah perubahan bagus bagi kita. Minimal, kita jadi murah hati, lebih manusiawi.

Di masa sebelum Corona, kita mengutuk media sosial dengan idiom “Mendekatkan yang jauh, menjauhkan yang dekat.”. Namun pernahkah Anda bayangkan, apa jadinya kita saat ini tanpa media sosial? Hanya boleh #DiRumahAja, Work From Home (WFH) pula. Tidak bisa tahu apa yang terjadi dengan orang-orang sekitar kita. 

“Apa yang terjadi jika wabah Corona menyerang saat ponsel kita masih Nokia 5110 alias Nokia sejuta umat?” Pikiran itu terlintas di benak. Games yang dapat dimainkan hanya Snake, yang super duper sederhana. Belum ada media sosial. Hanya mengandalkan telepon dan SMS. Bayangan suram pun menyeruak. Hidup bagaikan TV hitam putih yang membosankan. 

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hanya dapat membatasi fisik semata. Dilarang bepergian beramai-ramai. Tidak boleh kumpul-kumpul lebih dari sekian orang. Kita wajib #DiRumahAja. Betul, kita dipaksa menjadi lebih individualis, mandiri. Tapi sebatas fisik semata. Hati, pikiran, mata kita, tetap terus saling terkoneksi. Berkat teknologi, kita selalu merasa bersama-sama. Bahkan 24 jam tak pernah merasa benar-benar sendiri. Dapat meminta bantuan siapa saja apabila terjadi sesuatu. Atau menolong siapa saja yang membutuhkan. 

See Also

Dan jangan lupa pula untuk berterimakasih pada driver GoFood, GrabFood, Gosend, Grab Express, dan berbagai jasa antar lain. Mereka adalah mediator kita untuk tetap dapat terhubung dengan orang lain. Mengantar makanan, bingkisan, ke mereka yang membutuhkan. Bersyukurlah masih ada petugas kebersihan yang setiap hati mengangkut sampah dari kotak sampah depan rumah kita. Yang rela berkotor-kotor dan berbau-bau, di tengah wabah ini. Atau sudahkah kita berucap terima kasih pada penjaja sayur keliling yang mengantarkan sayuran segar hingga ke pintu rumah? Terbayang jika dia tidak ada, kita harus berbecek-becek dan berpanas-panas ke pasar tradisional?

Berkat Corona ini, kita jadi sadar begitu banyak orang yang membantu meringankan hidup kita, setiap saat. Corona membuat kita menjadi pribadi yang individualis, sekaligus lebih peduli pada sekitar.

Setidaknya, itu bagi saya. Bagaimana dengan Anda?

Foto: Meme tentang social distancing (jaga jarak) yang sempat viral belum lama ini. Menggambarkan bagaimana Perjamuan Terakhir dilakukan melalui Zoom oleh Yesus dan murid-muridnya.

What's Your Reaction?
Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0
View Comments (0)

Leave a Reply

© 2020 Bersama Lawan Covid19 | Didukung oleh Cipendawa Rent Bus

Scroll To Top