Now Reading
Kisah Pasien Corona Terakhir dari Aceh

Kisah Pasien Corona Terakhir dari Aceh

Banda Aceh – Berawal dari bulan Maret 2020, kakek berusia 60 tahun berinial AJ bepergian ke Padang, Sumatra Barat. Ia kembali ke Aceh, kondisinya terasa biasa-biasa
saja, tak merasakan gejala apa-apa.

Ia merasa kesehatannya tidak ada masalah. Namun ia baru merasakan gejalanya setelah memeriksa diri ke Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA). Alhasil,
ia harus menjalani perawatan selama lima hari, AJ diperbolehkan untuk pulang.

Namun ia juga harus menunggu hasil swab dari Jakarta. Setelahnya, ia kembali ke rumah sakit karena merasakan demam hingga batuk.

Tak lama, hasil tes swab pun keluar, dan dia dinyatakan positif corona. Tentu saja, ini terasa mengejutkannya. Ia bingung, dari mana ia terjangkit virus tersebut.
Sebab yang ia tahu, sepanjang melakukan perjalanan dari Padang ke Medan, kondisi tubuhnya sehat-sehat saja.

Namun ia kini dapat bernapas lega, karena setelah 20 hari menjalani perawatan di rumah sakit terbesar di Aceh tersebut, ia dinyatakan sembuh.

Ia pun bisa pulang pada hari Senin 13 April 2020.

Warga Lampaseh, Banda Aceh, ini pulang bersama para petugas dari RSUZA. Baginya tentu saja ini menjadi kabar menggembirakan. Pasalnya, selama ini banyak
beredar kabar negatif terkait penderita Covid-19 berusia lanjut.

AJ lega karena meskipun dirinya sudah berusia lanjut namun ia bisa selamat dari serangan virus tersebut. Ia bisa kembali pulih, dan bisa membuktikan bahwa
harapan sembuh tetap ada, termasuk kalangan yang berusia senja seperti dirinya.

Menjelang kepulangannya ke rumahnya di Lampaseh, ia sempat bercerita tentang pengalamannya melewati pertarungan melawan virus Corona.

See Also

“Awalnya saya tidak ada gejala apa-apa,” kata AJ saat hendak pulang ke rumahnya. “Naik pesawat pun tidak ada apa-apa, kemudian hasil swab tiba-tiba positif.
Dapatnya itu saya tidak tahu (terjangkit) di mana, di jalan atau di manalah.”

Apalagi ia pun sempat khawatir karena virus tidak hanya menyerang dirinya, melainkan juga menimpa IF (60 tahun) yang tak lain adalah istrinya. Ia lega, saat
mengetahui bahwa istrinya lebih dulu sembuh, atau sekitar satu minggu sebelumnya.

Maka itu, kini ia semakin lega, karena akhirnya ia dan istri sama-sama terbebas dari virus corona. Meski begitu, ia tetap berpesan kepada siapa saja agar benar-benar
menjaga pola hidup sebagaimana dianjurkan. “Jangan lupa untuk menjaga pola hidup sehat, rajin cuci tangan, pakai masker, dan jaga jarak,” kata warga Lampaseh tersebut.

Ia bahkan berharap agar jangan meremehkan anjuran untuk menjaga diri, termasuk menggunakan masker. “Jangan percaya diri berlebihan. Datangnya virus ini
kita tidak bisa tahu. Makanya saya berpesan agar semua warga tidak meremehkan penggunaan masker–dan mengikuti anjuran cuci tangan dan jaga jarak,” katanya.***

What's Your Reaction?
Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0
View Comments (0)

Leave a Reply

© 2020 Bersama Lawan Covid19 | Didukung oleh Cipendawa Rent Bus

Scroll To Top