Now Reading
Kisah Ojol Erlangga, Hidupi Keluarga dengan Ilmu Menjahit dari sang Ibu

Kisah Ojol Erlangga, Hidupi Keluarga dengan Ilmu Menjahit dari sang Ibu

Jakarta – Selalu ada cara bagi orang-orang kreatif. Setidaknya itu juga diperlihatkan oleh salah satu driver ojek online asal Cibinong, Jawa Barat, yang bernama Erlangga (38 tahun).

Alih-alih mengeluhkan sepinya pelanggan di tengah situasi Corona saat ini, driver ojol ini memilih untuk tetap berkarya dengan cara lain. Langkah diambilnya adalah dengan memproduksi masker buatan tangannya sendiri.

Melansir Kompas.com, Sabtu (11 April 2020), Erlangga sudah menekuni pekerjaan barunya tersebut sejak Maret lalu. Ide membuat masker ini karena ia melihat banyak orang kesulitan untuk mendapatkan masker, dan ia sendiri pun membutuhkan sumber penghasilan saat ojolnya sepi orderan.

“Belum lama sih (saya jalani ini),” kata Erlangga. “Tadinya saya Gojek, tapi tahu sendiri, makin hari makin sepi, enggak ada yang order.”

Menurut pengakuannya sebagai dikutip dari Kompas.com, Erlangga mengaku bahwa menjelang ia beralih profesi, penghasilannya sehari-hari hanya berkisar Rp 70 ribu. Namun ia memaklumi, itu terjadi karena banyak orang tidak berani keluar. Terlebih belakangan pemerintah mengimbau untuk jaga jarak fisik, tak pelak semakin sepi orderannya.

Belakangan terbukti, jika sebelumnya minimal bisa mendapatkan Rp 70 ribu, semakin ke sini semakin sepi saja orderan ia dapatkan. Inilah yang bikin dirinya putar akal agar bisa menghidupi keluarganya.

Ia berterus terang bahwa pada awalnya dia juga sempat dipusingkan dengan keadaan tersebut. Namun ia tak ingin berlarut-larut dalam keadaan tersebut, dan meyakini pasti bisa melakukan sesuatu.

Terlebih lagi dia pun memiliki kemampuan menjahit yang dipelajarinya dari ibuya sendiri. Sempat janggal, karena terbilang lama ia sudah tak pernah memegang mesin jahit. Namun kondisi membuatnya tak menggubris kesulitan itu, dan berusaha terus membuat masker bersama dengan istrinya.

See Also

Dalam sehari, ia bisa memproduksi hingga 100 masker, walaupun kadang-kadang juga cuma bisa menjahit hingga 50 masker. Untuk mempromosikan dagangannya tersebut, ia memanfaatkan semua media sosial yang ia punya, terutama Facebook, Twitter, sampai dengan WhatsApp.

“Terutama twitter (sangat membantu) karena banyak yang me-retweet,” kata dia. Dia mengakui, pada awalnya dia menghargai masker itu Rp 7 ribu per lembarnya, namun karena persaingan semakin ketat maka ia menurunkan harga jadi Rp 5 ribu.

Nah! Buat kamu yang membutuhkan masker untuk kegiatan sosial atau keperluan pribadi, silakan saja mengontak ke nomor 081385322343, atau via akun twitter @eel1881 miliknya.***

What's Your Reaction?
Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0
View Comment (1)

Leave a Reply

© 2020 Bersama Lawan Covid19 | Didukung oleh Cipendawa Rent Bus

Scroll To Top