Now Reading
Kenali Protokol Pencegahan Corona

Kenali Protokol Pencegahan Corona

Jakarta – Sejak pekan pertama Maret 2020, atau dua hari sejak pengumuman kasus corona pertama di Indonesia, Pemerintah Republik Indonesia sudah menyusun protokol kesehatan untuk dijalankan berbagai kementerian. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi merebaknya wabah Covid-19 atau virus corona. 

Terutama Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) pun gencar mempublikasikan apa saja langkah pemerintah untuk menangani wabah yang mendunia tersebut.

Di antaranya ada isi imbauan mengikuti protokol tersebut adalah langkah yang membutuhkan kesadaran dan sikap proaktif masyarakat.

Salah satunya adalah bagi yang merasa tidak sehat, atau mengalami demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, hingga gangguan pernapasan agar beristirahat.

Untuk warga yang menderita penyakit semacam itu, dan tidak membaik setelah beristirahat, maka dianjurkan untuk berobat ke fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes).

Di sisi lain, saat ke fasyankes pun diharuskan untuk tetap mengenakan masker. Di samping itu, usahakan untuk batuk atau bersin dengan tetap ditutup dengan bagian dalam lengan.

Sementara di Fasyankes sendiri,  para tenaga kesehatan melakukan screening terhadap pasien yang berstatus dalam pengawasan (PDP) Covid-19. 

Jika akhirnya dipastikan tidak memenuhi kriteria PDP, maka akan dirawat inap atau rawat jalan. Ini juga tergantung hasil diagnosis dan keputusan dokter di Fasyankes sendiri.

Jika pasien memenuhi kriteria PDP Covid-19, maka akan dirujuk ke salah satu rumah sakit rujukan yang sudah hsiap untuk penanganan pasien ini. Di samping, juga akan didampingi oleh tenaga kesehatan (nakes) yang sudah menggunakan alat pelindung diri (APD).

Sedangkan di RS rujukan, maka spesimen PDP akan diambil untuk pemeriksaan Lab, sedangkan pasien yang ada di ruang isolasi, spesimennya akan dikirim ke Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan di Jakarta.

Hasil pemeriksaan pertama akan keluar dalam 24 jam. Jika negatif, maka akan dirawat sesuai dengan penyebab penyakit. Sementara jika positif dinyatakan sebagai penderita corona maka sampel akan diambil setiap hari. 

Pasien baru akan dikeluarkan dari ruang isolasi jika pemeriksaan sampel berakhir negatif, setelah dua kali pemeriksaan. 

See Also

Sedangkan jika sehat namun memiliki riwayat perjalanan 14 hari sebelumnya ke negara dengan trasmisi lokal Covid-19, maka mesti melakukan self monitoring pernah melakukan kontak dengan kasus konfirmasi Covid-19 atau tidak, jika iya maka ditekankan agar dapa melaporkan diri ke petugas kesehatan dan periksa ke fasyankes.

Di samping itu, masyarakat pun dapat mengontak Hotline Center Corona 199 ext 9.

Sumber: Kompas.com

Pihak Kemenkes pun mengimbau agar masyarakat dapat melakukan pencegahan. Di antara pencegahan yang sangat ditekankan adalah rajin mencuci tangan pakai sabun, menggunakan masker bila batuk atau pilek. 

Selain itu, juga sangat disarankan untuk memastikan konsumsi gizi secara seimbang, di antaranya memperbanyak sayur dan buah. Di sisi lain, Anda juga mesti berhati-hati dalam melakukan kontak dengan hewan. Juga jangan lupa untuk rajin berolahraga dan beristirahat dengan cukup.

Tidak kalah penting, jangan sesekali mengonsumsi daging yang tidak dimasak. Kemudian, jika mengalami batuk, pilek, dan sesak napas maka Anda mesti segera ke fasilitas kesehatan terdekat.

What's Your Reaction?
Excited
0
Happy
0
In Love
1
Not Sure
0
Silly
0
View Comments (0)

Leave a Reply

© 2020 Bersama Lawan Covid19 | Didukung oleh Cipendawa Rent Bus

Scroll To Top