Now Reading
Kabar Baik dari Budi Karya

Kabar Baik dari Budi Karya

Ada yang berbeda dalam rapat terbatas membahas evalusi pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar atau PSBB yang digelar melalui telekonferensi, Senin (27/4/2020) pagi. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi terlihat mengikuti rapat setelah lebih dari enam pekan absen dari tugas-tugas pemerintahan karena dirawat akibat terpapar Covid-19.

Tak hanya itu, Budi Karya juga memberikan keterangan pers secara virtual seusai rapat terbatas bersama Menteri Sosial Juliari P Batubara dan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo. Ia menjelaskan tentang pengaturan larangan mudik yang tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 18 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19 serta Permenhub No 23/2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Mudik Idul Fitri Tahun 1441 Hijriah.

Rapat terbatas internal yang membahas evaluasi PSBB yang dipimpin Presiden Joko Widodo, kemarin, menjadi rapat kabinet pertama bagi Budi Karya setelah sembuh dari Covid-19. Penyampaian keterangan pers yang disiarkan melalui akun Instagram dan Youtube Sekretariat Kabinet itu juga merupakan penampilan perdana Budi Karya di hadapan khalayak setelah lebih dari enam pekan menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta, serta isolasi mandiri di rumah.

Rapat terbatas membahas evaluasi otonomi khusus Papua serta persoalan tanah di Sumatera Utara pada Rabu (11/3/2020) di Kantor Presiden, Jakarta, menjadi rapat terakhir yang diikuti Budi Karya sebelum dirawat. Saat itu, kondisi Budi Karya memang sudah terlihat lemah, berjalan perlahan dengan napas berat. Beberapa wartawan yang meminta keterangan di sebelah Istana Negara pun ditolak dengan lambaian tangan.

Tiga hari kemudian, yakni Sabtu (14/3/2020), juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, mengumumkan adanya 27 kasus positif baru yang kemudian disebut sebagai kasus 70 hingga 96. Baru pada Sabtu malam, Menteri Sekretaris Negara Pratikno bersama Wakil Kepala RSPAD Gatot Soebroto Albertus Budi Sulistya menyampaikan keterangan resmi bahwa salah seorang pejabat kementerian positif Covid-19. Pasien dengan nomor 76 yang kemudian diketahui bernama Budi Karya Sumadi itu awalnya dirawat di rumah sakit swasta, tetapi kemudian dipindah ke RSPAD karena kondisinya memburuk.

Keterangan resmi pemerintah tentang adanya pejabat yang positif terpapar Covid-19 itu pun sontak membuat para wartawan peliput Istana Kepresidenan waspada, apalagi tidak sedikit yang kontak dekat dengan Menhub. Sesuai dengan protokol kesehatan, para wartawan memeriksakan diri ke sejumlah rumah sakit rujukan, kemudian melakukan isolasi mandiri selama 14 hari.

Pemeriksaan juga dilakukan oleh para menteri yang secara bergantian datang ke RSPAD. Presiden Jokowi dan Ibu Iriana Joko Widodo serta Wakil Presiden Ma’ruf Amin dan Ibu Wuri Handayani juga menjalani serangkaian tes, dan akhirnya semua negatif Covid-19.

Meski begitu, Istana langsung memberlakukan protokol kesehatan dengan ketat. Sejak Senin (16/4/2020), rapat-rapat kabinet dilakukan melalui telekonferensi. Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor atau Istana Merdeka, Jakarta, sementara para menteri berada di kantor masing-masing.

Pingsan 14 hari

Budi Karya terlihat bugar saat menyampaikan keterangan pers perdana setelah sembuh. Pria kelahiran Palembang 63 tahun lalu itu pun menjelaskan dengan panjang-lebar hasil rapat terbatas bersama Presiden, Wapres, dan para menteri.

Jika melihat kondisinya saat ini, tidak ada yang menyangka mantan Direktur Utama Angkasa Pura II itu pernah melewati masa-masa kritis yang cukup panjang. Sejak dinyatakan positif Covid-19, Budi sempat tak sadarkan diri selama 14 hari.

Kondisi itu membuat Budi Karya tidak mengetahui saat pertama kali dinyatakan positif Covid-19. Sebab, sebelum tidak sadarkan diri, Budi mendapat informasi jika ia terkena tifoid atau tifus. Hasil uji Covid-19 baru keluar saat ia tak sadarkan diri.

”Tentu saya tidak tahu (positif) karena saya tidak sadarnya 14 hari,” ujarnya saat jumpa wartawan secara virtual untuk menyampaikan kondisi kesehatannya, Senin petang kemarin.

Ia juga tidak mengetahui di mana terpapar virus SARS-Cov-2. Hal yang pasti, sejak awal Maret, aktivitasnya tergolong padat. Budi turut menyambut kedatangan warga negara Indonesia yang bekerja di kapal pesiar Diamond Princess di Bandar Udara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, pada 1 Maret 2020. Tak hanya itu, Budi Karya juga sempat mengunjungi sejumlah bandara, serta menghadiri pertemuan dengan Menteri Infrastruktur dan Manajemen Air Belanda Cora van Niewenhuize, membahas peluang kerja sama transportasi di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

Covid-19 membuat Budi Karya harus  dirawat di RSPAD selama 17 hari, terhitung sejak 13 Maret hingga 31 Maret 2020. Setelah kondisinya membaik, pada awal April ia memilih melakukan isolasi serta perawatan mandiri di rumah dengan pengawasan ketat dari tim dokter RSPAD.

Pada Selasa (31/3/2020) memang beredar video Budi Karya berbincang-bincang dengan dokter yang merawatnya, Kapten Maulidi Abdillah. Dalam video itu terlihat kondisi Budi Karya mulai membaik dan mampu berbicara tanpa alat bantu. ”Semangat, lawan Covid,” kata Budi Karya di awal video.

Pada 2 April 2020, Budi Karya kembali menyampaikan pesan melalui video singkat. Masih dari ruang perawatan, ia menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden dan tim RSPAD yang telah merawatnya dengan baik.

”Ini menjadi semangat bagi kita semua untuk melawan Covid-19, dan kita yakin, apabila kita melakukan dengan baik, insya Allah kita akan mengakhiri dengan kemenangan, Allahu Akbar!” kata Budi Karya dalam video singkat tersebut.

Ini menjadi semangat bagi kita semua untuk melawan Covid-19, dan kita yakin apabila kita melakukan dengan baik, insya Allah kita akan mengakhiri dengan kemenangan, Allahu Akbar!

Sembuhnya Budi Karya menjadi kabar baik di tengah pandemi. Apalagi, saat ini, jumlah pasien positif Covid-19 yang sembuh terus mengalami peningkatan, tercatat hingga 1.151 orang pada Senin kemarin.

Meski jumlah kasus positif terus meningkat, kabar baik itu tetap menumbuhkan harapan, Indonesia bisa melawan Covid-19. Tentu dengan syarat disiplin menjalani protokol kesehatan dengan jaga jarak, hindari kerumunan, di rumah saja, dan hidup sehat.

Sumber : Kompas.id
Foto : Setkab.go.id

What's Your Reaction?
Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0
View Comments (0)

Leave a Reply

© 2020 Bersama Lawan Covid19 | Didukung oleh Cipendawa Rent Bus

Scroll To Top