Now Reading
Inovasi Dalam Negeri untuk Atasi Pandemi

Inovasi Dalam Negeri untuk Atasi Pandemi

Pandemi Covid-19 melahirkan sejumlah inovasi. Riset terkait terapi bagi pasien dari penyakit yang disebabkan virus korona baru itu terus dikembangkan melalui kolaborasi antarlembaga. Selain alat kesehatan seperti ventilator, riset terapi plasma juga dikembangkan di Indonesia.

Penelitian terapi plasma dikembangkan PT Bio Farma, Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, dan Palang Merah Indonesia. Meski masih tahap uji coba, terapi ini menunjukkan hasil yang baik bagi sejumlah pasien yang terlibat.

Kepala Bagian Komunikasi PT Bio Farma Iwan Setiawan, saat dihubungi di Jakarta, Senin (27/4/2020), menyatakan, terapi plasma konvalesen atau plasma darah pasien yang dinyatakan sembuh sudah dalam tahap uji coba. Pengambilan plasma darah pasien dilakukan di RSPAD Gatot Soebroto, lalu diuji secara paralel di PT Bio Farma.

”Plasma konvalesen merupakan plasma dari donasi pasien Covid-19 yang sembuh. Kandungan plasma ini adalah antibodi spesifik SARS-CoV-2 (virus penyebab Covid-19) dalam jumlah bervariasi. Plasma ini menetralkan virus di dalam tubuh pasien sehingga tingkat keparahan bisa ditekan,” ujarnya.

Sejumlah persyaratan harus dipenuhi pasien yang akan menyumbangkan plasmanya. Syarat itu antara lain pasien tak lagi mengalami gejala klinis, hasil tes spesimen dua kali negatif, dan plasma donor tak mengandung penyakit lain. ”Plasma yang diambil minimal hari ke-14 setelah sembuh,” katanya.

Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Amin Soebandrio menyampaikan, terapi plasma bisa menjadi harapan sebelum ada obat yang spesifik diakui untuk menangani pasien Covid-19. Kini terapi itu dikembangkan peneliti di sejumlah negara.

”Laporan dari China, terapi ini memiliki efektivitas (kesembuhan) 60 persen. Pada 40 persen pasien lain dalam kondisi membaik. Ini bisa menyelamatkan nyawa dan memperpendek masa perawatan pasien,” tuturnya.

Adapun pasien yang bisa mendapat terapi ini adalah pasien Covid-19 dengan kondisi sedang sampai berat. ”Pasien  yang sembuh yang ingin menjadi donor bisa langsung ke rumah sakit ataupun ke PMI dan Lembaga Eijkman. Setelah itu baru akan dilakukan pemeriksaan untuk memastikan mereka sehat dan memenuhi syarat,” ujar Amin.

Sementara itu, purwarupa ventilator portabel Vent-I, hasil inovasi tim dari Institut Teknologi Bandung bersama Universitas Padjadjaran, lolos uji Balai Pengujian Fasilitas Kesehatan. Vent-I juga lolos uji dan memenuhi standar SNI IEC 60601-1:204 yang memuat persyaratan umum keselamatan dasar dan kinerja esensial.

”Kami menanti hasil uji medis dan izin dari Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia,” kata perancang Vent-I, Syarif Hidayat, dosen Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB. Vent-I digunakan untuk pasien Covid-19 dengan gejala klinis tahap dua agar mereka tidak gagal napas.

Selagi menanti izin, pihaknya memproduksi 300-500 Vent-I sesuai jumlah donasi ke Rumah Amal Salman. Unit itu diproduksi melalui kerja sama dengan PT Dirgantara Indonesia (DI). Menurut Direktur Operasional PT DI M Ridlo Akbar, pihaknya menyiapkan fasilitas lini produksi dan komponen. ”Target produksi 500 unit per minggu,” kata Ridlo.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyatakan, Vent-I berpotensi mengatasi minimnya infrastruktur kesehatan di Jabar. Ada 50 RS rujukan penanganan Covid-19 di Jabar butuh 250 ventilator. Tiap RS rujukan akan mendapat 4-5 unit.

Adapun PT Pindad siap memproduksi ventilator Pindad Ventilator Resusitator Manual, inovasi tim ahli medis RS Pindad dan Universitas Indonesia. Menurut Direktur Utama Pindad Abrahan Mose, pihaknya bisa memproduksi 40 ventilator per hari.
Secara terpisah, Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wiku Bakti Bawono Adisasmito menyatakan, pemerintah akan membuka data penyebaran virus korona baru di Indonesia dalam Sistem Terintegrasi Bersatu Lawan Covid-19.

Sumber : Kompas.id
Foto : Agus Susanto/Kompas

What's Your Reaction?
Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0
View Comments (0)

Leave a Reply

© 2020 Bersama Lawan Covid19 | Didukung oleh Cipendawa Rent Bus

Scroll To Top