Now Reading
Ibu Usia 75 Tahun dari Indonesia ini Sembuh dari Corona! Apa Resepnya?

Ibu Usia 75 Tahun dari Indonesia ini Sembuh dari Corona! Apa Resepnya?

covid sembuh aussie

Satu lagi kabar baik datang dari Dewi Hutabarat. Dengan suka cita, perempuan ini mengisahkan kesembuhan ibundanya dari Covid-19. Ibunda Dewi sudah berusia 75 tahun, merupakan orang ke-3 berstatus positif Covid-19 di Canberra, Australia. Tidak diketahui pastinya dia tertular saat masih di Jakarta atau dalam perjalanan ke Canberra. Yang jelas, begitu tiba di Canberra, langsung flu berat.

“Mama dirawat oleh keponakan saya yang ikut ke Canberra. Diberi rebusan jahe, sereh, lemon panas, dan selalu minum air hangat,” tulis Dewi di laman Facebook-nya. Minuman itu sudah biasa dikonsumsi ibunda, hanya kali ini lebih intens.

Ibunda Dewi beristirahat total, karena memang lemah sekali dan nyeri seluruh badan, kepala sakit sekali. Kondisi membaik di hari ke-3, lalu ke rumah sakit untuk menjalani tes Corona. Kemudian lanjut istirahat lagi di rumah. Ternyata hasil tes positif. Segera dijemput ambilan ke rumah sakit, di sana seharian, dan malamnya boleh pulang. Untung kondisi ibunda cukup kuat. Baru sehari di rumah, kembali dijemput ambulan, dan kali ini masuk kamar isolasi.

“Di rumah sakit, kondisi mama sempat drop lagi. Kami berhasil meminta rumah sakit mengijinkan mama pegang pondel dengan Wi-fi. Dari kontak dengan mama kita tahu beberapa hal. Kamarnya dingin sekali, ber-AC, selimut tidak ada, tidak disediakan cukup air panas untuk minum,” ungkap Dewi.

Mereka terus berusaha berkomunikasi dengan pihak Canberra Hospital, agar semua yang sudah dilakukan di rumah bisa juga dilakukan di rumah sakit. Bahkan keluarga Dewi meminta tolong KBRI untuk bicara dengan rumah sakit. Ternyata jahe, sereh, lemon panas, dan balsem tidak diperbolehkan dibawa ke rumah sakit. Usaha tetap dilakukan, melalui telepon dan surat ke pihak rumah sakit. Intinya keluarga ingin agar tubuh sang ibunda tetap dijaga agar hangat terus, dapat berjemur di sinar matahari. Ini penting agar tubuhnya kuat dan dapat memerangi virus.

“Keluar kamar isolasi tidak mungkin. Untung saja ada jendela kamar dan matahari Canberra bersahabat. Mama inisiatif menjemur punggung di pagi hari, tiap hari. Karena badan menghangat, napas yang sempat sesak dan batuk berkurang signifikan. Dan yang terpenting. kualitas tidurnya membaik, “ imub Dewi di laman Facebook-nya yang di-share hingga ribuan kali.

Setiap saat ibunda Dewi minum air panas. Kelamaan semakin berselera makan. Kondisinya membaik bertahap. Sekali sekali drop sedikit, lalu membaik lagi. Dropnya terutama kalau hatinya sedih, stres di ruang isolasi. Lalu segera membaik ketika kembali ceria diganggu telepoon dan pesan WhatsApp dari anak, cucu, cicit, saudara dan teman-teman. Yang terpenting, dia kembali pasrah kepada Allah, setiap usai sholat, zikir, dan baca Al-Quran. Tubuhnya pun berangsur sehat seperti sedia kala.

Namun setiap kali tes, masih positif Corona. Ini terjadi berkali-kali. Sempat bikin menangis, sebab dikira bisa pulang, ternyata tidak. Setelah boleh pindah ke kamar biasa, mulai ada harapan. Dokter dan suster pun heran, dengan kondisi membaik begitu, kenapa hasilnya tetap positif?

“Ma, bilang sama dokternya, di Indonesia ada banyak yang kategorinya positif tapi tidak menunjukkan gejala. Jadi kemungkinan mama udah membangun imunitas terhadap virus Corona,” Dewi memberi dukungan ke sang ibunda. Keesokan harinya, Canberra Hospital memberi izin ibunda untuk pulang. Betapa bahagia Dewi dan keluarga mendengar kabar itu.

See Also

Dewi yakin bahwa orang Indonesia punya imunitas khusus terhadap aneka jenis flu. Penyakit pertama orang Indonesia begitu lahir adalah batuk, pilek, demam. “Orang Indonesia juga sangat terbiasa mengkonsumsi aneka rempah, kekayaan keanekaragaman hayati Nusantara yang tiada duanya dalam segala jenis hidangan makanan minuman,” papar Dewi. Kita sudah biasa mengonsuksi makanan dan minuman yang memberi asupan miliaran mikro nutrient dan elemen alami yang belum tentu orang-orang di wilayah lain bumi menikmatinya. Inilah yang membentuk model pertahanan di tubuh orang Indonesia.

Sebagai tambahan, Dewi menulis resep ketahanan tubuh:

  1. Sangat bagus jika ditambah konsumsi Virgin Coconut Oil (VCO), 2 sendok makan, sebanyak 3 kali sehari.
  2. Boleh diberi parasetamol jika badan terasa sakit semua, agar sakit mereda dan pasien bisa tidur nyenyak. Tidur sangat berperan dalam proses penyembuhan.

Ditulis kembali dan disadur oleh Magda Mars, dari tulisan Dewi Hutabarat di Facebook.

Ilustrasi: Freepik

What's Your Reaction?
Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0
View Comment (1)

Leave a Reply

© 2020 Bersama Lawan Covid19 | Didukung oleh Cipendawa Rent Bus

Scroll To Top