Now Reading
Corona, Mengubah Hal-Hal Kecil Jadi Luar Biasa

Corona, Mengubah Hal-Hal Kecil Jadi Luar Biasa

Keinginan saat ini sederhana saja. Duduk di kafe, ditemani kopi enak, kue lezat, ditingkahi musik khas easy listening. Sesekali diganggu obrolan, orang lalu lalang. Mustahil, sebab semua kafe, resto, mall, ditutup. Hanya melayani take away. Sebuah kerinduan sederhana, yang tak pernah terbayang akan jadi rindu dendam selama wabah ini. “Kita baru mensyukuri hal-hal remeh setelah tidak bisa mendapatkannya lagi, sekarang,” ujarku dalam hati.

Sebelum masa Corona ini, mana mungkin kita mampu kehilangan hal-hal remeh itu? Bisa pergi ke kafe kapan saja, ke mall, ke bandara untuk segera terbang ke kota lain. Hal-hal yang tak dapat kita lakukan saat ini.

Sejak Corona, kita mendadak menjadi ahli sanitasi. “Habis memegang uang, harus cuci tangan. Kalau bisa jangan berbelanja cash, pakai Ovo atau Gopay saja.” Atau  “Pakai masker yang benar, harus menutup seluruh hidung. Semprotkan alkohol ke bagian dalamnya, lapisi tisu,” dan berbagai advis seputar kebersihan lain. Sebelum masa ini, pernahkah itu semua terpikirkan? Belum tentu. Sebagian besar dari kita cukup abai pada kebersihan, bukan?

Membuka media sosial, sering merasa trenyuh karena ada netizen yang mengeluh kehilangan pekerjaan. Para pekerja informal yang pendapatannya menyusut. “Twitter please do your magic”, begitu twitnya, yang diikuti dengan foto makanan yang dijajakan, beserta harga. Kita tergerak untuk membeli, bukan karena tergiur kelezatan makanan itu, melainkan karena mau membantu. Atau ajakan berdonasi ke pengendara ojek online yang sejak Corona jadi kekurangan pelanggan. Kini kita mendadak jadi kaum murah hati.

Pernahkah berkeliling kota melihat keadaan di tengah Corona? Jalanan lengang. Mall, pertokoan, menutup gerbang rapat-rapat. Tidak ada orang kumpul-kumpul sepanjang jalan. Untuk mengajak teman bersua pun enggan. Kalau tak penting sekali, menghindari berjanjian dengan orang. Hal yang dulu mudah sekali dilakukan. Kini kita sadar, harus menjaga privasi lebih lagi, demi keamanan bersama.

Lingkungan sekitar rumah otomatis berubah drastis. Tidak ada suara teriakan dan ketawa lepas anak-anak kecil berlarian di jalan. Suara obrolan bapak-bapak dan ibu-ibu kompleks pun musnah ditelan angin. Kesenyapan yang sebenarnya agak mencekam, namun kadang indah juga. Kesunyian yang langka di kala masa sebelum Corona, sebab kita hidup di sebuah negara dengan populasi cukup tinggi. Diam-diam, saya menikmati ketenangan dan kesenyapan ini.

Selalu ada hikmah di setiap kejadian, termasuk wabah. Terlalu berlebihankan jika saya mengatakan itu? Tidak juga.

Ada beberapa hal remeh yang kita abaikan selama ini, dan di masa Corona ini kita baru sadar betapa itu sangat penting:

See Also

  • Menysukuri kenyamanan yang dimiliki ketika hidup masih “normal”
  • Menjaga kebersihan diri dan sekitar
  • Suka berbagi, bermurah hati
  • Lebih menghargai privasi
  • Menikmati ketenangan lingkungan

Setidaknya lima hal itu yang dapat saya petik sebagai sisi baik dari kondisi sekarang. Andai lima poin itu dapat kita pertahankan setelah Corona berlalu, alangkah indahnya. Untuk sementara, kita tak dapat memenuhi kerinduan duduk di kafe yang nyaman. Namun kita bisa menyeduh kopi sendiri, menikmatinya di rumah. Bersama keluarga. Saya mensyukurinya.

Rasa syukur ini bukan berarti tak peduli dengan kondisi ekonomi yang sulit, atau penderitaan para pasien Corona. Sama sekali bukan. Kita semua stres setiap kali mendengar kisah betapa banyak orang kehilangan pekerjaan, atau ada anggota keluarga dikarantina. Percayalah, kita semua sedih, depresi, berduka dengan keadaan ini. Muak tidak bisa kemana-mana dengan bebas. Bosan dengan berita seputar wabah ini. Tapi adakah hal baik yang didapat dari mengutuk keadaan?

Bagaimana dengan kamu?

What's Your Reaction?
Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0
View Comment (1)

Leave a Reply

© 2020 Bersama Lawan Covid19 | Didukung oleh Cipendawa Rent Bus

Scroll To Top