Now Reading
Berbagi Pelajaran Pahit dari Mereka yang Terjangkit

Berbagi Pelajaran Pahit dari Mereka yang Terjangkit

Saat Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dinyatakan positif Covid-19, publik sempat geger. Budi Karya sampai saat ini masih menjalani perawatan intensif meskipun sudah bisa dirawat di rumah setelah beberapa pekan di rumah sakit.

Turunnya kondisi fisik dan mental saat menjadi pasien Covid-19 dirasakan juga oleh Wali Kota Bogor Bima Arya. Kondisi yang tidak jauh berbeda pun dialami Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana dan Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana.

Dalam wawancara daring, Senin (20/4/2020), Bima menceritakan positif terjangkit Covid-19 setelah pulang dari kunjungan kerja ke Turki dan Azerbaijan pada 9-16 Maret 2020. Bima menjadi warga Kota Bogor pertama yang dinyatakan positif Covid-19.

Bima hanya mengalami gejala ringan, seperti batuk-batuk kecil, mual, dan hilang nafsu makan. Ia kemudian memilih dirawat dan diisolasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor terhitung sejak 21 Maret. Ini demi menjaga keluarganya agar tidak tertular sekaligus mengobservasi kesehatannya secara klinis.

Dari tes rontgen, dokter mendapati Bima menderita bronkopneumonia, salah satu penyakit yang menyerang saluran udara pernapasan. Padahal, Bima tidak memiliki riwayat penyakit pernapasan sebelumnya.

Satu minggu pertama diisolasi di RSUD Kota Bogor merupakan hari-hari berat bagi Bima. Dia harus beradaptasi dengan kondisi isolasi yang membuatnya tidak dapat berkomunikasi langsung dengan keluarga hingga orang-orang terdekat. Praktis Bima hanya berkomunikasi tatap muka dengan tim perawat dan dokter selama isolasi.

”Pertarungan utama pada minggu awal di rumah sakit adalah pertarungan mental bagaimana kita membangun keyakinan dan optimisme melewati ini. Juga mengatur konsentrasi supaya bisa istirahat, tidak berpikir terlalu jauh, dan memaksa diri untuk makan,” ujarnya.

Setelah menjalani perawatan dan isolasi selama 22 hari, Bima diizinkan pulang ke rumah pada 11 April. Selama di rumah, Bima tetap wajib isolasi mandiri dengan protokol ketat. Isolasi dilakukan di kamar, tidak ada kontak dengan orang rumah sampai diizinkan tim medis yang mengawasi.

Bima Arya baru dinyatakan sembuh setelah hasil tes usap tenggorokan keluar pada Sabtu (18/4). ”Saya baru berkomunikasi dengan keluarga saat hasil tes negatif. Akan tetapi, sampai sekarang saya belum berkontak fisik dengan istri dan anak-anak untuk berjaga-jaga. Saya ingin sekali memeluk mereka,” katanya.

Tetap bekerja

Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana, kepala daerah ketiga di Jawa Barat yang positif Covid-19, menyusul Bima Arya dan Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana. Cellica dan Yana terlibat dalam acara Musyawarah Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Jawa Barat di Hotel Swiss Belinn Karawang, Jawa Barat, Senin (9/3).

Setelah Cellica tahu ada salah satu peserta seminar yang terjangkit Covid-19. Ia meminta dilakukan tes usap kepada 14 pejabat dinas Karawang yang hadir di Musda Hipmi. Hasilnya, 7 orang positif Covid-19, termasuk Cellica.

Gejala terjangkit Covid-19 sempat ditunjukkannya saat memberikan sambutan dalam acara pelantikan kepala desa pada Jumat (20/3). Ia batuk dan sesak di tengah-tengah acara. Namun, dalam keterangan foto, di akun resmi miliknya, ia mengaku tidak merasakan gejala signifikan, baik demam, batuk, pilek, maupun sesak.

Perasaan takut dan khawatir mendera Cellica setelah mengetahui hasil tes usap dirinya pada Selasa (24/3). Awal dirawat, ia tetap berkomunikasi dengan Sekretaris Daerah Karawang dan Satgas Covid-19 untuk memberikan arahan penanganan Covid-19 di Karawang.

”Mereka pasti kaget (kebingungan). Saya harus mengarahkan langkah penanganan Covid-19 kepada mereka. Bekerja semampu saya dan menggunakan akal pikiran sebaik mungkin,” kata Cellica saat dihubungi Senin malam.

Selain sebagai kepala daerah, Cellica adalah seorang ibu. Kerinduan selama isolasi kepada kedua putranya terobati lewat layar gawai pintarnya dengan panggilan video. ”Setiap mengingat mereka, saya berpikir untuk tetap tenang dan melakukan yang terbaik. Penting banget membangun optimisme pada saat kondisi sekarang,” katanya.

Dari hasil pemeriksaan usap tenggorokan kedua, Senin (13/4), Cellica dinyatakan negatif dari Covid-19 setelah hampir tiga minggu menjalani perawatan di rumah sakit paru dan RSUD Karawang bersama ajudan serta pejabat dinas lainnya. Dia juga menjadi pasien positif pertama yang sembuh di Karawang.

Sementara Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana dinyatakan negatif dari infeksi virus tersebut setelah tes usap yang ketiga. Sempat diisolasi selama hampir satu bulan, Yana meminta warga tetap menjaga jarak agar tidak merasakan sakit yang serupa.

Dalam video unggahan pribadinya, Yana menuturkan, setelah hasil tes usap pertama di pertengahan Maret 2020, dia langsung mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit. Pada tes reaksi berantai polimerase (polymerase chain reaction/PCR) kedua tanggal 27 Maret, dirinya dinyatakan negatif Covid-19. ”Saya terpisah dari keluarga selama 22 hari. Alhamdulillah, per 17 April, hasil swab terakhir negatif lagi,” katanya.

Pelajaran

Sebelum isolasi dilakukan, Yana sempat berkegiatan dan diliput wartawan, tepatnya di Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak Kota Bandung, Jumat (13/3). Untuk mengantisipasi persebaran Covid-19 yang diduga berasal dari Yana, 37 wartawan dari berbagai media cetak dan elektronik dipanggil untuk melaksanakan tes demi memastikan kondisi kesehatan mereka. Di samping itu, petugas humas dan perangkat aparatur sipil negara yang turut berkegiatan dengan pejabat terkait juga dites. Total ada lebih dari 50 orang.

”Semenjak pengumuman Menteri Perhubungan positif korona, saya melihat orang-orang bisa terpapar Covid-19 meski tidak memperlihatkan gejala,” kata Nur Khansa (26), karyawan swasta dari Dago, Bandung.

Pengalaman para pemimpin daerah penyintas pandemi bisa menjadi tempat berkaca siapa saja. Setiap orang bisa menjadi penular sekaligus tertular. Tidak elok jika ketidakpekaan yang masih menghinggapi sebagian orang tetap dipelihara terkait pentingnya tetap berada di rumah, jaga jarak, dan mengenakan masker saat berada di ruang publik.

”Ketika di rumah sakit, saya ingin sekali menyampaikan kepada mereka, ketika Anda keluar rumah dan mungkin terpapar Covid-19 serta harus dirawat di rumah sakit, hal yang Anda mimpikan dan rindukan hanya satu, yaitu pulang ke rumah,” kata Bima.

Sumber : Kompas Cetak (22 April 2020)
Foto : Kristianto Purnomo/Kompas

What's Your Reaction?
Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0
View Comments (0)

Leave a Reply

© 2020 Bersama Lawan Covid19 | Didukung oleh Cipendawa Rent Bus

Scroll To Top