Now Reading
Melihat lebih jauh ke Balitbangkes Kemenkes

Melihat lebih jauh ke Balitbangkes Kemenkes

Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 658 tahun 2009, menugaskan Laboratorium Badan Litbangkes Sebagai Laboratorium Pusat Rujukan Nasional untuk penyakit infeksi new-emerging dan re-emerging, dengan tugas melakukan pembinaan terhadap laboratorum pemeriksa di lapangan dan melakukan quality control melalui validitas terhadap hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh  Labotarorium pemeriksa, khususnya untuk Laboratorium yang baru meriksa  sampel  kasus new-emerging atau re-emerging.

Saat ini kapasitas pemeriksaan PCR yang masih kurang menjadi kendala penanganan Covid-19 saat ini, apalagi untuk mencapai 10.000 pemeriksaan sampel per hari sesuai instruksi Presiden Jokowi. Sehingga peningkatan kapasitas laboratorium menjadi salah satu cara. Sayangnya jumlah laboratorium yang lebih dari 46 di seluruh Indonesia, tidak semuanya siap beroperasi karena fasilitasnya minim dan tenaga medisnya juga belum siap. Akibatnya, lebih banyak sampel masih dikirim ke Jakarta, di antaranya ke Balitbangkes Kemkes dengan kapasitas kira-kira 1.000 lebih sampel per hari, serta LBM Eijkman dan Laboratorium Mikrobiologi Klinik Universitas Indonesia dengan kapasitas masing-masing 360 sampel per hari.

Terkait dengan penanganan Covid-19, pada awal februari sd 24 maret 2020, Laboratorum Badan Litbang menerima kiriman sampel dari beberapa rumah sakit, untuk pemeriksaan covid-19 sebagai new-emerging, dan baru diketahui adanya yang positif berdasarkan hasil Pemeriksaan pada tanggal 2 Maret yang diumumkan langsung oleh Menteri Kesehatan.  Untuk mempercepat pelaksanaan pemeriksaan di lapangan, Menteri Kesehatan Mengeluarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 214/2020 tertanggal 19 Maret 2020 tentang tentang jejaring laboratorium pemeriksaan coronavirus disease 2019 (covid-19) yang menunjuk 48 Laboratorium pemeriksa untuk melayani pemeriksaan Covid-19.

Dengan adanya penunjukan 48 Laboratorium pemeriksa Covid-19, per tanggal 24 Maret Laboratorium Badan Litbangkes sudah tidak menerima sampel dari rumah sakit untuk pemeriksaan Covid-19, karena pemeriksaan dilakukan oleh Laboratorium yang ada di provinsi. Pada bulan Maret hanya sekitar 18 Laboratorium yang melakukan pemeriksaan, tetapi sampai 1 Mei sudah ada 44 Laboratorium yang sudah melakukan pemeriksaan (daftar terlampir).  Tugas Laboratorium Badan Litbangkes hanya melakukan quality control (untuk pemantauan mutu ekternal) dan pembinaan terhadap Laboratorium pelaksana di lapangan (Laboratorium pemeriksa Covid-19), pembinaan dilakukan lebih banyak secara virtual. 

Sesuai pedoman WHO diambil 2 spesimen pada hari pertama dan hari kedua karena spesimen yang dibutuhkan adalah multiple sampel. Hal ini dilakukan untuk menghindari hasil negatif palse (negative false). Sampelnya bisa diambil melalui swab hidung, swab tenggorokan, atau swab skutum/dahak. Selain itu pengambilan sampel harus dilakukan secara hati-hati agar spesimen tidak rusak. Kalau spesimen rusak atau terkontaminasi maka bisa menimbulkan hasil invalid dan harus dilakukan pengambilan sampel dari awal lagi.

Hasil tes swab di Laboratorium Balitbangkes Kemenkes (Badang Penelitian dan Pengembangan Kemenkes) bisa keluar dalam waktu 2 x 24 jam. Namun hasil tes tersebut bisa diterima dalam waktu cukup lama karena proses pengambilan, pengumpulan, dan pengiriman spesimen bisa berbeda-beda. Kalau rumah sakitnya RSCM sekarang hasil bisa diterima dalam satu hari. Tetapi kalau rumah sakit yang jaraknya jauh, misalnya rumah sakit di Kalimantan Tengah atau Gorontalo, hasilnya bisa sepuluh hari.

See Also

Kalau dalam hari pertama dan kedua itu hanya dapat satu atau dua pasien, rumah sakit yang jaraknya jauh belum bisa mengirimkan spesimen karena costnya mahal sekali. Karena itulah, rumah sakit akan mengumpulkan dulu beberapa pasien dulu dan bisa memakan waktu satu minggu. Setelah itu baru dikirimkan ke Jakarta dan pengiriman itu membutuhkan waktu dua hari. Dengan alur seperti itu, pasien yang diambil sambil swab pada hari pertama bisa menerima hasil pada hari ke sepuluh.

Jadi kalau dihitung dari pengambilan spesimen, waktu keluarnya hasil tes PCR akan berbeda-beda tergantung waktu pengumpulan dan pengiriman spesimennya. Jika dihitung sejak spesimen diterima di laboratorium, hasilnya bisa keluar dalam waktu satu atau dua hari, tergantung kapasitas laboratorium dan banyaknya spesimen yang diterima. Misalnya tadi, spesimen yang dikirimkan RSCM bisa langsung dilakukan tes PCR di Laboratorium Balitbangkes Kemenkes dan hasilnya bisa keluar dalam waktu satu hari. Pelaporan hasil tes PCR dilakukan melalui aplikasi online yang terhubung dengan subdit surveilance dan bisa diakses dinas kesehatan di seluruh Indonesia.
 
Saat ini pemerintah telah menambah 20 buah alat tes PCR yang meliputi 2 buah Automatic RNA Extractor dan 18 RNA Detector, untuk meningkatkan kapasitas pemeriksaan sampai 10.000 spesimen per hari. Selain itu pemerintah juga memperoleh bantuan dari Korea Selatan dan China berupa reagen PCR, RNA extraction kit, dan viral transport medium. Pemerintah juga sudah mendistribusikan 436.000 reagen RT-PCR ke seluruh daerah di Indonesia untuk mempercepat pengujian spesimen secara masif.

Seiring meningkatnya jumlah spesimen yang diterima, analis laboratorium Balitbangkes Kemenkes bekerja keras memeriksa semua spesimen. Dengan jumlah mesin PCR yang dimiliki laboratorium Balitbangkes Kemenkes, mampu memeriksa 1700 sampel spesimen per hari. Menurut penjelasan peneliti disana, satu mesin PCR mampu menyelesaikan pemeriksaan 90 spesimen dalam waktu 3 jam. Dengan kapasitas yang cukup besar, semua spesimen yang diterima diselesaikan hari itu juga. Tidak jarang analis laboratorium Balitbangkes Kemenkes bekerja sampai pukul 4 pagi. Makanya tidak benar anggapan bahwa pemeriksaan lab di Balitbangkes itu lambat. Semua tergantung pengiriman sampel dari RS. Bisa jadi pasien tidak mengetahui bahwa sampelnya belum dikirim oleh RS yang bersangkutan karena RS masih menunggu sampel sampel lainnya.

What's Your Reaction?
Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0
View Comments (0)

Leave a Reply

© 2020 Bersama Lawan Covid19 | Didukung oleh Cipendawa Rent Bus

Scroll To Top