Now Reading
Badan Litbangkes Kemenkes sebagai Laboratorium rujukan Covid 19 dalam mendukung surveilans

Badan Litbangkes Kemenkes sebagai Laboratorium rujukan Covid 19 dalam mendukung surveilans

Badan Litbang Kementerian Kesehatan mempunyai tugas untuk menyiapkan data dan informasi hasil riset untuk bahan pembuatan kebijakan bidang Kesehatan. Data dan informasi yang dihasilkan Badan Litbangkes adalah informasi-informasi; tentang besaran masalah (hasil riset-riset nasional untuk penyusunan RPJMN dan Renstra), informasi penyebab masalah, inovasi untuk program kesehatan, informasi untuk mengawal kebijakan dan informasi evaluasi program Kesehatan.

Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 658 tahun 2009, menugaskan  Laboratorium Badan Litbangkes Sebagai Laboratorium Pusat Rujukan Nasional untuk penyakit infeksi new-emerging dan re-emerging, dengan tugas melakukan pembinaan terhadap laboratorum pemeriksa di lapangan dan melakukan quality control melalui validitas terhadap hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh  Labotarorium pemeriksa, khususnya untuk Laboratorium yang baru meriksa  sampel  kasus new-emerging atau re-emerging.  Jadi peran laboratorium Badan Litbang sebagai rujukan dalam membantu surveilans penyakit infeksi new-emerging dan re-emerging, agar penangan di lapangan lebih akurat.     Jadi laboratorium Badan Litbangkes yang  berada di Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan sebagai laboratorium penelitian untuk mendukung surveilans (mendukung Kesehatan masyarakat), berbeda dengan laboratorium pelayanan, seperti yang ada di rumah sakit atau yang dilakukan Laboratorium klinis yang fungsinya untuk menanganan klinis pasen agar lebih akurat karena didukung diagnosis yang tepat.  

Terkait dengan penanganan Covid-19, pada awal februari sd 24 maret 2020, Laboratorum Badan Litbang menerima kiriman sampel dari beberapa rumah sakit, untuk pemeriksaan covid-19 sebagai new-emerging, dan baru diketahui adanya yang positif berdasarkan hasil Pemeriksaan pada tanggal 2 Maret yang diumumkan langsung oleh Menteri Kesehatan.  Untuk mempercepat pelaksanaan pemeriksaan di lapangan, Menteri Kesehatan Mengeluarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 214/2020 tertanggal 19 Maret 2020 tentang tentang jejaring laboratorium pemeriksaan coronavirus disease 2019 (covid-19) yang menunjuk 48 Laboratorium pemeriksa untuk melayani pemeriksaan Covid-19.

A doctor wearing a face mask looks at a CT image of a lung of a patient at a hospital in Wuhan, China.

Dengan adanya penunjukan 48 Laboratorium pemeriksa Covid-19, per tanggal 24 Maret Laboratorium Badan Litbangkes sudah tidak menerima sampel dari rumah sakit untuk pemeriksaan Covid-19, karena pemeriksaan dilakukan oleh Laboratorium yang ada di provinsi. Pada bulan Maret hanya sekitar 18 Laboratorium yang melakukan pemeriksaan, tetapi sampai 1 Mei sudah ada 44 Laboratorium yang sudah melakukan pemeriksaan (daftar terlampir).  Tugas Laboratorium Badan Litbangkes hanya melakukan quality control (untuk pemantauan mutu ekternal) dan pembinaan terhadap Laboratorium pelaksana di lapangan (Laboratorium pemeriksa Covid-19), pembinaan dilakukan lebih banyak secara virtual. 

Hasil pemeriksaan yang dilakukan laboratorium-labopatorium pemeriksa Covid-19, baik hasilnya yang positif dan negative harus dilaporkan langsung ke Dinas Kesehatan setempat (untuk penanganan terhadap lingkungan pasen, agar diketahui adanya yang ODP, PDP) dan laporan harus dikirim ke rumah sakit yang mengirimkan sampel (untuk penangan klinis pasen).   Sedangkan untuk pelaporan, setiap laboratorium pemeriksa Covis-19 harus mengisi format isian melalui aplikasi all record.  Laporan kasus melalui all record ini nanti akan dibaca (diakses) oleh PHEOC (Ditjen P2P) dan Pusat data dan Informasi (Pusdatin) yang selanjutnya dilaporkan ke Gugus Tugas.  Sedangkan Laboratorium Badan Litbang mengakses laporan kasus melalui all record tersebut untuk mengetahui pemanfaatan reagen yang dikirim dari Badan Litbangkes sebagai pertanggungjawaban penggunaannya.

Secara skematis sebagai berikut :

Jadi berdasarkan alur pemeriksaan yang dilakukan oleh Laboratorium-Laboratorium di lapangan, baik yang ditunjuk dengan SK Menkes 214/2020, dan juga adanya Laboratorium milik RS BUMN, Swasta dan Laboratorium Universitas/ Swasta yang melakukan pemeriksaan Covid-19  sesuai dengan Surat Edaran Menkes Nomor 234/2020 tertanggal 7 April 2020, semua Laboratorium pemeriksa Covid-19 harus menyampaikan hasil pemeriksaan langsung ke Rumah Sakit yang mengirim sampel dan ke Dinas Kesehatan setempat.   Sedangkan pelaporannya, Laboratorium Pemeriksa Covid-19 harus mengisi format yang ada dalam aplikasi All record.   Hasil rekapitulasi yang terkumpul di Gugus Tugas tiap hari diumumkan oleh Juru bicara (Jubir), jadi penyampaian ke publik satu pintu lewat jubir dan dilakukan secara transparan.

Laporan yang masuk ke tingkat nasional sangat tergantung dari pengisian formal aplikasi (all record) yang dilakukan oleh Laboratorium Pemeriksa Covid-19 yang tersebar diberbagai provinsi, dan adanya keluhan hasil pemeriksaan  covid-19 lama hasilnya, sangat tergantung kemampuan dari masing-masing Laboratorium pemeriksa Covid-19 (kesiapan SDM, alat dan banyaknya sampel yang diperiksa).

See Also

Untuk mendukung pemeriksaan Covid-19 pada laboratorium-laboratorium di lapangan, sejak tanggal 19 April sd 30 April  Badan Litbangkes membantu BPNB dalam mendistribusikan bahan-bahan untuk laboratorium pemeriksa Covid-19.  Telah didistribusikan sebanyak PCR Kit sebanyak 426.000 (produk: Korea Selatan 50.000 kit, Cina 376.000 kit), RNA Kit sebanyak 269 (produk: Korea Selatan 49.700, Cina 220.000) dan VTM sebanyak 80.000 (produk: Korea Selatan 20.000, Cina 60.000).

LABORATORIUM YG SUDAH JALAN PEMERIKSAAN COVID-19

NoNama Laboratorium
1Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
2BBTKLPP Jakarta
3BBTKLPP Surabaya
4BBLK Palembang
5BBLK Makassar
6BBLK Surabaya
7BBLK Jakarta
8Balai Litbangkes Papua
9BBTKLPP DIY
10Labkesda DKI Jakarta
11Lembaga Biologi Molekular Eijkman
12Laboratorium Mikrobiologi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
13Lembaga Penyakit Tropis Universitas Airlangga
14Balai Besar Litbang Vektor dan Reservoir Penyakit (B2P2VRP) Salatiga
15Balai Litbangkes Aceh
16RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Mataram
17RSUP Sanglah, Denpasar
18RS Universitas Hasanudin, Makasar
19RS Universitas Tanjungpura, Pontianak
20BTKLPP Makasar
21RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta
22RS Universitas Gajah Mada, Yogyakarta
23RSUP Dr. Sardjito, DIY
24RS Universitas Diponegoro, Semarang
25RSUP Dr, Kariadi Semarang
26RS Universitas Indonesia
27RSUD Kabupaten Tangerang
28RS Arifin Achmad, Pekanbaru
29RS Universitas Andalas, Padang
30RS Universitas Sumatera Utara
31Laboratorium pada RS Universitas Sebelas Maret Surakarta
32Laboratorium pada RS Universitas Mataram
33BTKLPP Batam
34Labkesda Provinsi Jawa Barat
35BBTKLPP Banjarbaru
36BTKLPP Ambon
37Institut Pertanian Bogor
38RS Pusat Angkatan Darat
39Laboratorium Klinik Kimia Farma
40Laboratorium BPOM Gorontalo
41Kalbe Farma
42RS M. Husni Palembang
43RS Medistra Jakarta
44RS Siloam Tanggerang – Banten

Dr. drs. Nana Mulyana M.Kes – Sekretaris Balitbangkes Kemenkes

What's Your Reaction?
Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0
View Comments (0)

Leave a Reply

© 2020 Bersama Lawan Covid19 | Didukung oleh Cipendawa Rent Bus

Scroll To Top