Now Reading
Apakah Lockdown cukup efektif meredam corona

Apakah Lockdown cukup efektif meredam corona

Lockdown adalah tindakan melarang orang untuk keluar rumah atau area tertentu, dapat digunakan untuk kondisi apa saja, bisa berupa karantina geografis, hingga rekomendasi untuk tinggal di rumah, penutupan jenis bisnis tertentu, atau melarang acara dan pertemuan. Dibawah ini adalah 24 negara sudah menerapkan lookdown dengan harapan jika lockdown sudah dilakukan maka penyebaran virus SARS-COV-2 (COVID-19) dapat diperlambat atau dihentikan. Berikut daftar 24 negara yang sudah melakukan lockdown

  1. China

Lockdown dilakukan pada 16 provinsi pada awal kejadian dan saat puncaknya bertambah menjadi 20 provinsi. Ini merupakan lockdown terbesar dalam sejarah. Kasus pertama 22 januari 2020, lockdown mulai diberlakukan 23 Januari 2020 Berikut ini jumlah kejadian setelah lockdown

  • Italia

Memberlakukan lockdown nasional dengan membatasi aktivitas masyarakat kecuali untuk kebutuhan tertentu, pekerjaan, dan kebutuhan pelayanan kesehatan. Kasus pertama 15 Februari 2020 Lockdown 8 Maret 2020

  • Perancis

Menutup semua bisnis yang tidak penting selama akhir pekan, melarang orang keluar rumahdan kegiatan publik Kasus Pertama 15 Februari 2020 Lockdown 16 Maret 2020

  • Spanyol

Memerintahkan semua warganya untuk tetap dirumah selama 15 hari. Pemerintah hanya mengijinkan bererja diluar rumah bagi pegawai bank, tenaga medis, dan supermarket. Kejadian pertama tanggal 31 januari 2020 , lockdown 15 maret 2020

  • Jerman

Menutup toko, gereja, fasilitas olahraga, bar, dan klub di 16 negara bagian. Kasus pertama 26 januari 2020, lockdown 16 Maret 2020

  • Kanada

Menutup perbatasannya dari siapa pun yang bukan warga negara, penduduk tetap, atau warga negara AS. Kasus pertama 24 januari 2020, lockdown  16 Maret 2020

  • Norwegia

Menutup pelabuhan dan bandara Kasus Pertama 25 Februari 2020, lockdown 12 Maret 2020

  • Australia

Mewajibkan karantina 14 hari bagi wisatawan. Kasus Pertama 24 januari 2020, lockdown 16 Maret 2020

  • Malaysia

Semua operasi bisnis ditutup kecuali hal-hal penting seperti pasar, utilitas, penyiaran, perbankan, dan perawatan kesehatan. Kasus pertama 24 Februari 2020, lockdown 16 Maret 2020

  1. Denmark

Menutup perbatasannya dari 14 Maret hingga 13 April. Kasus Pertama 26 Februari 202, lockdown 14 Maret 2020

  1. Rusia

Menutup perbatasan dengan Norwegia, Polandia , dan China. Melarang warga negara asing memasuki negara itu dari 18 Maret hingga 1 Mei. Kasus pertama  30 Februari 2020, lockdown 18 Maret 2020

  1. Saudi Arabia

Menangguhkan semua penerbangan internasional. Kasus pertama 1 Maret 2020, lockdown 15 Maret 2020

  1. India

Lockdown selama 21 hari untuk penduduk dilarang keluar.  Kasus pertama 29 Januari 2020, lockdown 23 Maret 2020

  1. Argentina

Menangguhkan penerbangan internasional dan karantina 14 hari untuk pelancong Kasus pertama 2 Maret 2020, Lockdown : 18 Maret 2020

  1. Peru

Menutup perbatasan darat, laut, dan udara, setelah mengeluarkan keadaan darurat Kasus pertama 5 Maret 2020, lockdown : 13 Maret 2020

  1. Kolombia

Menutup semua perbatasannya Kasus pertama 5 Maret 2020, lockdown 13 Maret 2020

  1. Qatar

Menghentikan semua penerbangan masuk ke negara itu dan menutup toko di area utama komersial. Kasus pertama : 28 Februari 2020 Lockdown : 26 Maret 2020

  1. Selandia Baru

Melakukan karantina 14 hari bagi setiap orang yang memasuki wilayah selandia baru dan melarang kapal bersandar sampai 30 juni 2020 Kasus Pertama 27 Februari 2020, lockdown 21 Maret 2020

  1. Maroko

Melarang penduduknya begergian ke beberapa negara tertentu dan menunda semua penerbangan internasional baik dari luar ke maroko atau sebaliknya. Kasus pertama1 Maret 2020, lockdown 4 Maret 2020

See Also
Ojo Gumunan

  • Lithuania

Menutup perbatasannya untuk mencegah orang asing masuk dan melarang warganya keluar dari Lithuania. Kasus pertama 27 Februari 2020, lockdown 16 Maret 2020

  • Ukraina

Menutup perbatasannya untuk warga negara asing selama dua minggu. Kasus pertama 2 Maret 2020, lockdown : 15 Maret 2020

  • Slovakia

Menutup perbatasannya dari yang bukan warga negara. Kasus pertama 5 Maret 2020, lockdown : 15 Maret 2020

  • Kuwait

Melarang semua penerbangan komersial baik yang ke Kuwait atau keluar kuwait. Kasus pertama 23 Februari 2020, lockdown 12 Maret 2020

  • Kenya

Menutup sekolah dan menghalangi orang yang bukan penduduk memasuki negaranya Kasus pertama 12 Maret 2020, lockdown 16 Maret 2020

            Dari data diatas ternyata mayoritas negara yang melakukan lockdown, pertambahan jumlah penderita covid 19 tetap meningkat. Sementara secara faktual pula dengan adanya lockdown maka bisa dipastikan bahwa perekonomian akan lumpuh dalam beberapa saat. Bagi negara-negara kaya, maju, dan simpanan cadangan devisa negaranya cukup besar, maka lockdown tidak terlalu berpengaruh bagi negara tersebut. Namun akan berbeda dampaknya jika lockdown itu diterapkan bagi negara berkembang, miskin , apalagi dengan hutang luar negeri yang banyak maka bisa dipastikan ekonomi suatu negara akan goyah dan bisa merembet ke dampak sosial lainnya. Bisa saja ada yang tidak setuju dengan opini penulis dengan alasan nyawa lebih penting dari yang lain. Namun, penulis berpendapat apapun keputusan terbaik pemerintah dalam menangani covid itulah yang harus diikuti oleh rakyatnya dan penulis berharap agar keputusan yang diambil perlu mengkaji berbagai aspek sehingga bisa diambil keputusan strategis dengan resiko yang minimal.

dr. Andrianto Purnawan SpBS

( S1 – Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, Pendidikan spesialis bedah syaraf FK Universitas Airlangga, Dokter bedah syaraf RSUP Soeradji Tirtonegoro Klaten, Anggota IDI bidang hubungan lembaga Pemerintahan dan media massa 2019 – 2021, Ketua tim percepatan partisipasi masyarakat penanggulangan Pandemi Covid 19 PB IDI 2020 )

What's Your Reaction?
Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0
View Comments (0)

Leave a Reply

© 2020 Bersama Lawan Covid19 | Didukung oleh Cipendawa Rent Bus

Scroll To Top