Now Reading
150.000 Reagen Segera Tiba

150.000 Reagen Segera Tiba

Pemerintah segera menerima 150.000 reagen pada pekan ini. Ketersediaan reagen tersebut sangat penting dalam pemeriksaan sampel Covid-19 dengan menggunakan metode reaksi rantai polimerase atau PCR.

 Pemerintah segera menerima 150.000 reagen untuk mendukung pemeriksaan sampel Covid-19 dengan metode polymerase chain reaction atau PCR. Pengadaan reagen ini dibutuhkan segera untuk mengatasi keterbatasan persediaan di sejumlah laboratorium.

Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesehatan Kementerian Kesehatan Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Agus Suprapto menyampaikan, pemerintah telah mendapatkan 150.000 reagen. Menurut rencana, reagen tersebut akan tiba pekan ini.

”Distribusi reagen ini akan mempertimbangkan urgensi dari laboratorium yang menguji. Ini sesuai kekurangan yang terjadi dan perkembangan kebutuhan dari laboratorium tersebut sesuai analisis epidemiologis,” ujarnya saat dihubungi di Jakarta, Rabu (15/4/2020).

Baca juga: Mengenali Gejala dan Prosedur Tes Covid-19

Ia menambahkan, 44 laboratorium telah siap melaksanakan tes massal di seluruh Indonesia. Dengan begitu, diharapkan pengujian sampel dari Sars-CoV-2 yang menjadi penyebab Covid-19 bisa dilakukan secara masif.  Saat ini, kapasitas pemeriksaan sampel di seluruh laboratorium di Indonesia sekitar 3.200 sampel per hari.

Dalam Surat Edaran Menteri Kesehatan Nomor 234 Tahun 2020 disebutkan, seluruh laboratorium rumah sakit, laboratorium klinik, laboratorium virologi, dan laboratorium lembaga riset perguruan tinggi yang memenuhi syarat bisa melaksanakan pemeriksaan real time polymerase chain reaction (RT PCR) SARS-CoV-2.

Distribusi reagen ini akan mempertimbangkan urgensi laboratorium yang menguji. Ini sesuai kekurangan yang terjadi dan perkembangan kebutuhan dari laboratorium tersebut sesuai analisa epidemiologis.

Secara terpisah, juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, menuturkan, sejak 1 April 2020 sampai 15 April 2020, ada 36.431 spesimen dari 33.001 orang yang diperiksa dengan metode PCR. Pemeriksaan itu dilakukan di 32 laboratorium di Indonesia. ”(Kasus) terkonfimasi positif hingga saat ini 5.136 orang dan yang sembuh 446 orang,” ujarnya.

Kementerian Kesehatan mencatat, kasus tertinggi terjadi di DKI Jakarta (2.474 kasus), Jawa Barat (559 kasus), Jawa Timur (499 kasus), Jawa Tengah (292 kasus), dan Sulawesi Selatan 242 kasus). Adapun kasus yang dilaporkan terjadi tersebar di 34 provinsi.

See Also
Dari jamu gendong hingga jamu kemasan botol modern, ramuan tradisional ini tetap diyakini berkhasiat.

Alat pelindung diri

Agus  menambahkan, kapasitas layanan kesehatan terkait Covid-19 terus ditingkatkan, termasuk penyediaan alat pelindung diri (APD) bagi tenaga medis. ”APD kini bisa diproduksi dari dalam negeri dengan bahan baku lokal, 100 persen dari poliester. Pengadaannya didukung Asosiasi Pertekstilan Indonesia dan lolos tes dari Balai Besar Tekstil Kementerian Perindustrian. Kualitasnya juga diakui WHO (Organisasi Kesehatan Dunia),” ujarnya.

Ditargetkan, sekitar 16.000 APD bisa diproduksi per hari. Selain APD, pengadaan masker N95 buatan dalam negeri diupayakan. Saat ini, pengembangan masker N95 dalam proses pengujian. Bahan baku dari masker ini juga memakai bahan baku lokal yang didukung PT Chandra Asri Petrochemical dan Asosiasi Pertekstilan Indonesia.

”Masker dengan bahan poliester dan katun ini masih menanti kemampuan Balai Besar Tekstil. Untuk mengujinya perlu waktu 10 hari lagi,” tuturnya.

DEONISIA ARLINTA – Kompas

What's Your Reaction?
Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0
View Comments (0)

Leave a Reply

© 2020 Bersama Lawan Covid19 | Didukung oleh Cipendawa Rent Bus

Scroll To Top